Kamis, 19 Oktober 2017 – 12:21 WIB

Perekrutan Khusus Polisi Wanita AFP

Selasa, 03 Oktober 2017 – 20:00 WIB
Perekrutan Khusus Polisi Wanita AFP - JPNN.COM

Kepolisian Federal Australia (AFP) melakukan perekrutan khusus calon anggota polisi wanita pertama mereka, sebagai peningkatan upaya untuk memenuhi target kesetaraan gender sebesar 50-50 di institusi tersebut.

Selama beberapa bulan ke depan, AFP hanya akan menerima aplikan wanita untuk posisi tingkat pemula (entry level) sebagai upaya untuk mengimbangi proses perekrutan selama beberapa tahun terakhir yang lebih didominasi laki-laki.

Penjabat Komisioner sementara AFP, Leanne Close mengatakan strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan representasi perempuan di semua peran, termasuk pelayanan publik, investigasi cyber dan kejahatan terorganisir.

"Apa yang tidak kami lakukan adalah merekrut cukup banyak wanita untuk mencapai target yang kami inginkan di tahun 2021 ... jadi kami secara aktif memasarkan posisi ini untuk benar-benar menarget wanita-wanita yang tertarik pada karir yang hebat, menantang dan sangat beragam," katanya.

Saat ini perempuan mencakup 22 persen dari petugas polisi, sepertiga dari seluruh staf dan seperempat pejabat senior.

Tahun lalu, Komisaris AFP, Andrew Colvin memperkenalkan target gender di institusinya tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan proporsi petugas wanita menjadi 50 persen selama dekade berikutnya.

Lulusan AFP, Rebecca Wood mencium puterinya
Lulusan AFP wanit, Rebecca Wood mengatakan dia terinspirasi bergabung dengan AFP untuk membuat lingkungan di masyarakat lebih aman bagi puterinya yang berusia 2 tahun.

ABC News: Craig Allen

Penjabat sementara Komisaris Close, berharap dapat menarik sekitar 1.000 pelamar wanita di dalam rekrutmen ini dan mempekerjakan 600 lebih wanita selama empat tahun ke depan - sebuah langkah yang akan meningkatkan representasi perempuan menjadi 35 persen.

Dia mengatakan keputusan untuk hanya menarget perempuan dalam tahap perekrutan kali ini tidak bermaksud mengabaikan pria.

"Kami juga memiliki banyak pelamar pria dan kami ingin memastikan bahwa kegiatan perekrutan kami proporsi jenis kelaminnya 50-50 [wanita dan pria]," katanya.

"Jika kami memiliki sedikit lebih banyak perempuan di tiap angkatan, kami tidak perlu khawatir."

Komisaris Close mengatakan bahwa AFP kemungkinan akan melanjutkan strategi perekrutan khusus perempuan ini sampai setidaknya Natal.

"Kemudian kami akan membahas dan menilai serta melihat seberapa suksesnya ini lalu menilai ulang strategi pemasaran aktualnya," katanya.

Inisiatif baru ini diumumkan pada putaran wisuda terbaru AFP, di mana lebih dari setengahnya adalah perempuan.

Salah satu lulusan, Rebecca Wood mengatakan, dia percaya bahwa dugaan jam kerja yang tidak nyaman dan beban kerja yang berat dapat menghalangi beberapa wanita untuk melamar di institusi kepolisian.

"Saya pikir mereka khawatir tentang kerja shift dan tentu saja jam-jam kerja yang harus mereka penuhi," katanya.

"Tapi saya suka berpikir bahwa saya memberi contoh untuk dia [anak perempuannya yang berusia dua tahun] dan membuat komunitas ini menjadi tempat yang lebih baik untuknya."

Sebuah peninjauan independen terhadap budaya kerja di dalam kepolisian federal menemukan 46 persen wanita dan 20 persen pria dilaporkan telah dilecehkan secara seksual dalam lima tahun terakhir.

Studi terhadap tingkat keragaman dan inklusi selama 6 bulan, yang dilakukan oleh mantan komisaris diskriminasi seksual -Elizabeth Broderick -dan dirilis pada tahun 2016 lalu, ini membuat 24 rekomendasi.

"Tingkat pelecehan dan intimidasi seksual yang sangat tinggi yang dibuktikan dalam laporan tersebut menuntut segera dilakukannya tindakan," kata Elizabeth Broderick, saat mengumumkan perlunya reformasi.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar