Mahasiswa Punya Peran Penting dalam Pemilihan Serentak 2020

Mahasiswa Punya Peran Penting dalam Pemilihan Serentak 2020
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengatakan mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran vital dalam kehidupan bernegara.

Dalam agenda politik akbar seperti Pemilihan Serentak 2020, mahasiswa mempunyai peranan penting untuk mengajak masyarakat melek politik untuk menyukseskan gelaran pemilihan.

“Mahasiswa menjadi mata dan telinga kita dalam Pemilihan. Mahasiwa dan media kampus berperan sebagai motor dan referensi bagi masyarakat agar tidak salah dan tersesat dalam mendapatkan serta mengonsumsi informasi untuk mendukung kesuksesan pesta demokrasi Pemilihan 2020,” ujar Widodo, Kamis (19/11).

Menurut Widodo, literasi politik di kampus juga perlu terus dikembangkan bagi pengelola, praktisi, wartawan, media kampus, dan para sivitas akademika.

Data dari KPU pada 2019, sebesar 40 persen pemilih didominasi oleh generasi Y dan Z dengan rentang usia 17 – 39 tahun.

Posisi generasi muda dalam panggung menjadi sangat penting karena mereka adalah agen perubahan.

Peran mahasiswa menjadi agen perubahan, penggerak perubahan yang memunculkan ide-ide cemerlang, menjaga nilai seperti kejujuran, gotong royong sekaligus sebagai penerus bangsa dan sumber kekuatan moral serta pengontrol sosial melalui kritik, saran dan solusi kebijakan.

“Apalagi di saat pandemi Covid-19,  kampus harus menjadi sumber untuk menggelorakan sikap disiplin diri, optimis, berfikir positif dan bergotong royong, di masa Pemilihan Serentak 2020,” seru Widodo.

Sebagai insan kritis mahasiwa harus aktif melakukan kontrol dan pengawasan terhadap setiap proses politik yang berlangsung.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News