Mahasiswa Sulteng Sepakat Tolak Politik Dinasti dan Neo Orba

Mahasiswa Sulteng Sepakat Tolak Politik Dinasti dan Neo Orba
Ribuan mahasiswa dan anggota masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) lainnya berkumpul untuk menyampaikan penolakan terhadap politik dinasti di halaman kampus Unazlam Palu, Jumat (1/12/2023). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, PALU - Gerakan mahasiswa menentang dan menolak politik dinasti menjelang Pemilu 2024 terus bergelora di berbagai daerah. Kali ini, aksi ribuan mahasiswa dan rakyat datang dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kemarin, Jumat (1/12), ribuan mahasiswa dan anggota masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) berkumpul untuk menyampaikan sikap dalam aksi Mimbar Demokrasi di halaman kampus Unazlam Palu.

“Tolak politik dinasti dan pelanggar HAM. Begitu banyak ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Kita punya keresahan yang sama. Negara kita tidak lagi berpihak pada masyarakat. Tidak berpihak kepada petani dan nelayan. Tetapi kami bersyukur masih ada aktivis perempuan yang masih melawan,“ kata Ketua Pelaksana Mimbar Demokrasi Moh. Idham dalam keterangan tertulis.

Mimbar demokrasi ini juga menampilkan para orator dari kalangan aktivis '98 seperti Ariyanto Sangaji, Deddy Irawan, dan Dedi Askary.

Mereka bergantian berorasi dengan para mahasiswa perwakilan dari perguruan tinggi yang ada di Kota Palu, seperti dari Universitas Tadulako (Untad), Universitas Alkhairaat (Unisa), Poltekes, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Ketua Yayasan Panca Bakti Palu, Ir. H. Rendy Afandi Lamadjido, MBA juga ikut menyampaikan orasinya dalam kegiatan tersebut. Rendy merasa sangat bangga masih ada mahasiswa di era milenial ini menghimpun kekuatan melawan kekuasaan yang mulai melenceng dari titah Reformasi 1998.

“Kekuatan mahasiswa melawan rezim itu tugas mulia. Melihat kesewenang-wenangan. Maka perlu dilahirkan gerakan mahasiswa sebagai kontrol terhadap jalannya pemerintahan,“ tegas Rendy.?

Sementara itu, Direktur Yayasan Tanah Merdeka Aryanto Sangaji menegaskan bahwa saat ini telah terjadi kesewenangan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Gerakan mahasiswa menentang dan menolak politik dinasti menjelang Pemilu 2024 terus bergelora di berbagai daerah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News