Mahfud Blak-blakan Ungkap Sosok Panji Gumilang dan NII

Mahfud Blak-blakan Ungkap Sosok Panji Gumilang dan NII
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang (tengah). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

jpnn.com, SURABAYA - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sosok Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun.

Menurut Mahfud, Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun merupakan rentetan dari gerakan Darul Islam dan NII yang dicetuskan oleh Kartosoewirjo.

"Di masa awal kemerdekaan Indonesia, banyak pejuang dari kalangan Islam yang terpinggirkan dan tak tertampung dalam tata kelola pemerintahan," kata Mahfud dalam Halaqah Ulama Nasional yang digelar di Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Rabu.

Menurutnya, hal itu imbas dari politik pendidikan yang diwariskan oleh Pemerintah Hindia Belanda yang cenderung diskriminatif.

Hanya kalangan Islam yang punya ijazahlah yang bisa masuk ke pemerintahan.

"Pejuang, anak-anak muda, dan tokoh Islam banyak yang tidak tertampung dalam tugas-tugas di pemerintahan negara baru. Kemudian banyak kalangan Islam yang memutuskan untuk kembali ke pesantren dan fokus dalam mendidik santrinya. Tetapi, ada juga yang marah karena tidak tertampung," katanya.

Selain itu, sambung Mahfud, terpinggirkannya kalangan Islam dalam tata kelola negara baru Indonesia ini. Bahkan, menimbulkan kemarahan sebagian kalangan Islam, salah satunya adalah Kartosoewirjo yang kemudian mendirikan Darul Islam atau Negara Islam Indonesia (NII).

"Perjuangan yang dilakukan Kartosoewirjo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia sebenarnya terus berlanjut, masih ada ekornya sampai sekarang, hingga sekarang ada ribut-ribut soal Panji Gumilang. Jadi, Panji Gumilang dulu induknya adalah Negara Islam Indonesia," katanya.

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sosok Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun dengan NII.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News