Majelis Dakwah Islamiyah Bakal Jadi Garda Terdepan Menghapus Politik Identitas

Majelis Dakwah Islamiyah Bakal Jadi Garda Terdepan Menghapus Politik Identitas
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap MDI dan Golkar makin harmonis. Foto: Dok MDI

jpnn.com, JAKARTA - Politik identitas kerap menjadi salah satu penyebab perpecahan di kalangan masyarakat saat Pemilihan Presiden (Pilpres), seperti munculnya istilah 'cebong' dan 'kampret'. Tentunya politik identitas ini tidak boleh terjadi di Pilpres 2024 mendatang.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) KH. M. Choirul Anam MZD mengaku berkomitmen menjadi garda terdepan menghentikan segala macam bentuk perpecahan akibat politik identitas.

"Dinamika sekeras apapun tentu MDI akan menjauhkan praktik identitas yang menimbulkan perpecahan bangsa," ujar Ketua Umum KH. M. Choirul Anam MZD dalam keterangannya dikutip Senin (6/7).

Hal itu disampaikan Choirul Anam dalam acara Pelantikan Pengurus dan Milad ke-44 Majelis Dakwah Islamiyah di Pondok Pesantren Asshiddiqiya Jakarta. Turut hadir dalam acara Ketua Majelis A'la MDI, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Ketua DPR RI, Lodwijk F. Paulus dan Pengasuh Ponpes Asshiddiqiyah KH Ahmad Mahrus Iskandar seluruh jajaran pengurus MDI.

Choirul menyebutkan MDI nantinya akan berperan untuk tetap mempersatukan umat agar tidak terjadi pembelahan, salah satunya lewat dakwah.

Dia berharap di setiap hajatan politik bisa tercipta suasana yang damai dan sejuk.

"Kami segenap pengurus MDI berada bersama pihak yang memperjuangkan semangat persatuan dan ukhuwah Islamiyah, termasuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang baru saja melakukan silatnas," ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap MDI dan Golkar makin harmonis.

Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) berkomitmen menjadi garda terdepak mengentikan segala macam bentuk perpecahan akibat politik identitas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News