Malioboro Mulai Ramai di Weekend

Malioboro Mulai Ramai di Weekend
Malioboro Mulai Ramai di Weekend
JOGJA - Aktivitas dan intensitas Gunung Merapi yang mulai menurun tak hanya membuat pengungsi mulai kembali ke tempat tinggalnya. Dunia pariwisata Kota Jogja yang selama ini mengandalkan Malioboro juga mulai bergeliat. Wisatawan asing maupun lokal sudah mengunjungi ikota Kota Jogja tersebut. "Sudah mulai pulih seperti semula. Kalau hari Senin keadaannya memang seperti ini. Tidak bisa dipaksakan untuk ramai," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Purwanto, ditemui Radar Jogja (grup JPNN) di kantornya, kemarin (22/11).

Purwanto menjelaskan, sejak aktivitas Merapi menurun, pihaknya sering mendapatkan telepon dari luar daerah. Mereka ingin memastikan jika kondisi di Malioboro aman. "Biasanya dari instansi-instansi pemerintah daerah lain yang akan mengadakan kunjungan ke sini," imbuh mantan lurah tersebut.

Wisatawan-wisatawan lokal, menurutnya, memang lebih khawatir dibandingkan wisatawan asing. Wisatawan lokal takut datang ke Jogja karena melihat tayangan televisi saat Kota Jogja diguyur hujan abu pada tanggal 30 Oktober dan 5 November silam. Gambar yang diulang-ulang itu akhirnya mampu mempengaruhi masyarakat untuk menunda kepergian ke Jogja. "Tapi, banyak yang akhirnya langsung menanyakan keadaan Malioboro kepada kami. Mereka pun jadi berkunjung ke Jogja," imbuhnya.

Ia menuturkan, Malioboro sebenarnya tak lama terkena dampak langsung abu vulkanik Merapi. Itu hanya terjadi selama dua hari yakni saat letusan besar pada 30 Oktober dan 5 November. Dampak ini juga bisa langsung teratasi, dengan dilakukannya penyemprotan dari UPT dan paguyuban.

JOGJA - Aktivitas dan intensitas Gunung Merapi yang mulai menurun tak hanya membuat pengungsi mulai kembali ke tempat tinggalnya. Dunia pariwisata

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News