Manfaatkan Bantuan Pemerintah, Eksportir Pakaian Jadi Indonesia Berangsur Bangkit

Manfaatkan Bantuan Pemerintah, Eksportir Pakaian Jadi Indonesia Berangsur Bangkit
CV Pria Tampan, merasa terbantu dengan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM dari LPEI. Foto dok LPEI

jpnn.com, JAKARTA - Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang mengalami pukulan terdalam, baik untuk pasar domestik maupun di pasar global.

Berdasarkan kajian yang disusun oleh IEB Institute, sektor TPT berperan penting terhadap perekonomian Indonesia melalui kontribusinya kepada PDB, ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

Kontribusi penurunan terbesar berasal dari penurunan pakaian jadi yang memiliki porsi 66% dari total ekspor TPT Indonesia. Tekanan terhadap industri TPT setidaknya masih terjadi  hingga paruh pertama 2021.

"Kinerja TPT sedikit terbantu oleh adanya permintaan APD untuk keperluan penanganan COVID 19. Namun permintaan terhadap APD tersebut tidak cukup besar untuk menutupi turunnya penjualan produk produk TPT secara keseluruhan," ujar CEO dari CV Pria Tampan Andri Setyawan.

Dari data penjualan ekspor, ekspor per tahun untuk setiap individu eksportir yaitu nilai penjualan ekspor per tahun dapat terlihat bahwa eksportir menunjukkan survival mode yang berbeda dari setiap eksportir.

Eksportir kelas besar atau korporasi didukung jejaring yang kuat di pasar ekspor. Sementara itu sejumlah eksportir kelas menengah mengalami penurunan penjualan yang signifikan dan pada gilirannya menyebabkan mereka turun kelas.

Eksportir TPT kelas kecil paling merasakan dampaknya sehingga beberapa eksportir harus keluar dari pasar ekspor.

Beruntung, CV Pria Tampan per Agustus 2021, UKM berorientasi ekspor batik asal Solo ini mampu melakukan pengiriman kain batik ke luar negeri senilai USD467 ribu.

Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang mengalami pukulan terdalam, baik untuk pasar domestik maupun di pasar global.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News