Manfaatkan Limbah Plastik untuk Pembangunan Jalan

Manfaatkan Limbah Plastik untuk Pembangunan Jalan
Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Deded P. Sjamsudin. Foto: Istimewa for JPNN

“Selanjutnya Kementerian PUPR yang dibantu oleh hasil penelitian Pusat Jalan dan Jembatan akan menerapkannya di Jakarta, Surabaya dan Makassar," tutur Deded.

Deded menjelaskan,  terkait pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan tambah pada campuran aspal dry process.

Kadar limbah plastik yang digunakan adalah enam persen terhadap berat aspal.

Saat ini, limbah plastik yang digunakan masih berasal dari Pulau Jawa dan Bali. Sedangkan proses pengolahan limbah dilakukan di Bandung.

Bahan limbah plastik yang digunakan dalam campuran beraspal panas dibatasi hanya untuk jenis kantong keresek (low density polyEethylene/LDPE) yang telah melalui proses pencucian dan pencacahan.

Cacahan limbah plastik yang akan digunakan harus kering, bersih, dan terbebas dari bahan organik dengan ukuran maksimal 9,5 mm.

Proses penambahan limbah plastik di asphalt mixing plant (AMP) dilakukan melalui lubang kontrol pugmill.

“Untuk mempermudah pemasukkan limbah plastik  caranya dikemas ulang perkantong dengan takaran berat per-batch campuran aspal," terang Deded.

penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menanggulangi sampah plastik yang menumpuk, sekaligus memanfaatkannya menjadi nilai yang lebih tinggi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News