Manuver PDIP Berpotensi Menggagalkan Pencapresan Prabowo, Waduh

Manuver PDIP Berpotensi Menggagalkan Pencapresan Prabowo, Waduh
Dokumentasi - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar saat meresmikan Sekretariat Bersama Gerindra-PKB, Jakarta, Senin (23/1). Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebelumnya, Ganjar Pranowo menjadi pembicara MNC Forum LXX (70th) bertajuk "Globalisasi, Tantangan, dan Peluang Bagi Indonesia ke Depan" di Jakarta Concert Hall iNews Tower lantai 14 yang dihadiri pendiri MNC sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo dan 23.000 karyawan MNC, serta para kader dan elite partai Perindo.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo menjelaskan mengenai sektor maritim yang bisa meningkatkan pendapatan negara hingga ratusan kali lipat sehingga bisa membuat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

Nasib Pencapresan Prabowo

Merujuk ketentuan UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pasangan capres-cawapres didaftarkan oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.

Total jumlah kursi di DPR periode 2019-2024 sebanyak 575.

Dengan demikian, 20 persen dari jumlah tersebut ialah 115 kursi.

Adapun, jumlah kursi Partai Gerindra di DPR RI sebanyak 78 kursi.

Maka, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung Prabowo sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Gerindra sudah menggaet PKB yang punya 58 kursi di DPR. 

Manuver PDIP yang menggalang koalisi besar bisa mengancam pencapresan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News