Ma'rufnomics dan Gerakan Rabu Putih Warnai Kampanye Kiai Ma'ruf

Ma'rufnomics dan Gerakan Rabu Putih Warnai Kampanye Kiai Ma'ruf
Kiai Ma'ruf Amin. Foto: Ist

KNKS ini diketuai langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sampai kemudian pada 22 April 2017, gagasan ABEI dijadikan sebagai rekomendasi Kongres Ekonomi Umat.

Gagasan ABEI kemudian menjadi pembahasan menarik di berbagai forum ekonomi, hingga pada Desember 2018, Bank Indonesia, pemerintah dan instansi terkait mencanangkan ABEI sebagai pilar utama untuk menggenjot perekonomian Indonesia.

“Pemerintah saat ini, sudah berjalan sesuai dengan jalurnya, terutama dalam rencana pembangun ekonomi Indonesia. Dalam pembangunan ekonomi ke depan harus diperbesar manfaatnya, serta disempurnakan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Kiai Ma’ruf.

Lebih lanjut, Mustasyar PBNU ini juga menekankan pentingnya efisensi dan penguatan daya saing ekonomi warga, sehingga negara Indonesia semakin maju.

“Jika gagasan ABEI ini dilanjutkan bersama komitmen Nawacita yang dibawa Pak Jokowi, insya Allah, Indonesia akan memasuki era tinggal landas. Semakin maju, dan tidak akan punah. Amiin!,” imbuhnya.

Usai menghadiri peluncuran buku Ma’rufnomics yang ditulis oleh Nurdin Tampubolon, Kiai Ma’ruf melanjutkan safari politiknya ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Di Lamongan, Kiai Ma’ruf menghadiri Apel Akbar Banser se Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, dan deklarasi Gerakan Rabu Putih.

Gagasan ABEI telah diperkenalkan Kiai Ma’ruf sejak 2015. Saat itu hingga pertengahan 2018, Kiai Ma’ruf rajin mengunjungi kantung NU di berbagai daerah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News