Masa Prabowo Semudah Itu Diperdaya Ratna Sarumpaet?

Masa Prabowo Semudah Itu Diperdaya Ratna Sarumpaet?
Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/10) malam untuk menyikapi kebohongan Ratna Sarumpaet. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Posko Relawan Rakyat (Pos Raya) Ferdinandus Semaun menduga calon presiden Prabowo Subianto sudah mengetahui Ratna Sarumpaet tidak dianiaya, sebelum Ratna mengakui secara terbuka dirinya tidak dikeroyok.

Dugaan mengemuka, karena dalam tim pemenangan Prabowo, kata Ferdinandus, ada banyak purnawirawan yang memiliki keahlian di bidang intelijen.

Selain itu, juga ada banyak dokter atau sekurang-kurangnya paham dengan tanda-tanda fisik seseorang yang menjadi korban penganiayaan.

"Bahkan dalam pertemuan dengan Ratna Sarumpaet sebelum konferensi pers, Prabowo didampingi Amien Rais dan putrinya yang berprofesi sebagai dokter," ujar Ferdinandus saat menggelar konferensi pers di Bilangan Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Menurut Ferdinandus, meski putri Amien Rais seorang dokter gigi, namun diprediksi bisa menilai adanya kondisi fisik bekas penganiayaan atau tidak.

"Makanya, dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya, Prabowo harusnya bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang valid, Ratna bukan korban penganiayaan," ucapnya.

Ferdinandus mengaku sulit menerima penjelasan Prabowo yang sebelumnya mengaku grasah grusuh, hingga menerima begitu saja penjelasan Ratna yang menyatakan dianiaya tiga orang di sekitar area Bandara Husein Sastranegara Bandung, 21 September lalu.

"Untuk masalah yang sangat sensitif seperti itu, Prabowo seharusnya lebih teliti. Sebagai seorang jenderal, dia sudah terlatih menganalisa situasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan," katanya.

DPP Pos Raya menduga calon presiden Prabowo Subianto sejak awal sudah mengetahui Ratna Sarumpaet tidak dianiaya,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News