Masih Tempati Rumah di Nusukan Solo, Yuli: Kalau Mau Dihancurkan, Silakan Saja

Masih Tempati Rumah di Nusukan Solo, Yuli: Kalau Mau Dihancurkan, Silakan Saja
Yuli Sarwosih (39) warga Nusukan, Banjarsari, Surakarta saat hendak pergi bersama putrinya, (Rabu 1/12/2021) siang. Foto : Romensy Augustino/JPNN.com

jpnn.com, SOLO - Petugas dari Balai Perkeretaapian Jawa Tengah (Jateng) mulai meratakan puluhan rumah yang telah dikosongkan warga di bantaran rel kereta api, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Surakarta.

Puluhan kepala keluarga (KK) di Nusukan Solo yang mengosongkan rumah mereka itu sebelumnya telah diberikan uang santunan oleh pemerintah melalui PT KAI.

Penggusuran warga yang sudah tinggal di bantaran rel itu selama belasan bahkan puluhan tahun, itu dilakukan demi pembangunan Rel Ganda Fase 1 Solo-Semarang (Solo Balapan-Kadipiro).

Pantauan JPNN.com pada Rabu (1/12), pihak Balai Perkeretaapian Jateng mengerahkan petugasnya menggunakan dua ekskavator untuk menghancurkan puluhan rumah kosong di bantaran rel sebelah barat itu.

Namun, awak media ini menemukan ada warga Kampung Bonorejo RT 01/RW 017 Nusukan Solo bernama Yuli Sarwosih (39) yang masih menempati rumahnya.

Yuli mengatakan pihak PT KAI sudah mulai meratakan bangunan rumah di kampung itu sejak Senin (29/11) lalu.

Perempuan itu juga telah menerima uang santunan sebesar Rp 53 juta dari pemerintah untuk bangunan rumahnya yang berukuran 4x6 meter persegi.

Walakin, Yuli masih tinggal di rumah berkelir oranye yang sudah 20 tahun ditempatinya.

PT KAI mulai menghancurkan rumah-rumah warga di Nusukan Solo yang telah dikosongkan pemiliknya, tetapi ada satu warga masih tempati rumah di sana.