Masuk Penjara, Politikus Itu Terpaksa Tidur di Atas Lemari

Masuk Penjara, Politikus Itu Terpaksa Tidur di Atas Lemari
Ilustrasi penjara. Foto: Pixabay

Betapa tidak, untuk tidur saja, para penghuni lapas harus mengatur agar tidak saling berjejal.

Ruangan berukuran 8 x 4 meter diisi 25 orang. Praktis, saat istirahat atau tidur malam, para penghuni harus mengatur dengan posisi adu kaki atau posisi ujung kaki bertemu ujung kaki.

"Kalau tidak diatur, posisi kaki bisa di atas kepala saat tidur," ujar napi kasus narkoba tersebut.

Bahkan, untuk menghindari kepadatan ruang hunian, sebagian penghuni rela tidur di atas lemari.

Dengan maksud, kondisi ruangan di lantai bisa lebih longgar digunakan untuk tidur.

"Kalau di kamar, lemari saya himpitkan dan saya tidur di atasnya. Saya lebih baik mengalah agar teman-teman yang lain bisa lebih longgar," ujar mantan anggota DPRD yang juga ketua tim kreatif tersebut.

Kondisi serupa dirasakan Arifin, 33, salah seorang napi asal Purwoharjo.

Menurut dia, kondisi di dalam lapas sangat pengap. Hal itu diduga karena kondisi ruang sudah penuh sesak. Saking pengapnya, kadang mereka tak bisa tidur nyenyak dan nyaman.

Overkapasitas di lapas membuat para napi tidak bisa tidur karena harus berdesakan di ruangan sempit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News