Mbak Puan dan Haedar Nashir Tanda Tangani MoU PMK

Mbak Puan dan Haedar Nashir Tanda Tangani MoU PMK
Menko PMK Puan Maharani. Foto: istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sepakat bekerja sama dalam bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama tersebut langsung dilakukan oleh Menko PMK Puan Maharani dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (24/11).

Kerja sama pemerintah dengan PP Muhammadiyah ini dilatarbelakangi dengan adanya kesamaan persepsi dalam menghadapi dan menyikapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah memiliki komitmen dan tanggung jawab tinggi untuk memajukan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

Para tokoh Muhammadiyah sejak era KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan hingga sekarang mengambil peran aktif dalam usaha-usaha kebangkitan nasional dan perjuangan bangsa. Dalam hal kebangsaan, Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 di Makassar telah menghasilkan keputusan resmi yang penting dan strategis, salah satunya tentang Negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.

Ini merupakan sikap, keyakinan dan komitmen kebangsaan Persyarikatan Muhammadiyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Menko Puan, pemerintah saat ini sedang mempercepat pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, dan penguatan sektor unggulan. Salah satu agenda strategis untuk bisa menjalankan percepatan pembangunan tersebut adalah meningkatkan pembangunan manusia dan kebudayaan yang berkualitas. Salah satunya dengan menerapkan gerakan nasional revolusi mental.

"Saat ini pemerintah memiliki fokus membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Namun yang paling penting itu adalah bagaimana sumber daya manusianya memadai dan mencukupi dalam semua hal yang sedang dibangun. Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah untuk mencapai hasil dalam jangka panjang, sedangkan jangka pendek dan menengah diwujudkan dengan bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, yang bisa berkompetisi, berkualitas, dan tentu saja siap untuk memanfaatkan semua infrastruktur yang sedang dibangun," kata Puan.

Dalam melaksanakan pembangunan nasional diperlukan gotong royong dari seluruh komponen bangsa. Dengan bergotong royong, jangkauan kualitas dan kuantitas capaian dalam memajukan bangsa dan negara akan lebih luas. Kiprah Muhammadiyah dalam perjalanan perjuangan bangsa dan membangun Indonesia dengan nilai dan pandangan Islam berkemajuan, telah membuktikan komitmennya untuk memajukan bangsa dan negara.

Semoga nota kesepahaman pembangunan manusia dan kebudayaan ini bukan menjadi acara seremoni belaka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News