Mbak Puti pun Terpaksa Hentikan Pidato saat Beliau Lewat

Mbak Puti pun Terpaksa Hentikan Pidato saat Beliau Lewat
Mbak Puti terpaksa menghentikan pidato saat beliau lewat. Foto: for JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Pengalaman unik didapat calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno alias Mbak Puti saat safari politik di Kelurahan Sememi, Benowo, Kota Surabaya, Selasa (1/5) malam.

Untuk pertama kali dalam karier politiknya, Mbak Puti bertemu dan berpidato di depan warga bantaran rel kereta api.

Nah, saat berpidato, mendadak terdengar bunyi peluit ditiup warga. Prit, priit, priiit. Kemudian diikuti terikan warga bersahutan, “Ayo, minggir, minggir, minggir. Beliau mau lewat," ujar warga bersahutan.

Ternyata beliau yang dimaksud adalah kereta api. Warga yang berdiri di rel kereta segera menyingkir. “Ayo bapak-bapak, mas-mas dan adik-adik, silakan minggir,” kata Puti lewat pengeras suara.

Tak lama kemudian, kereta melaju. Debu beterbangan karena tersapu laju kereta kencang. Beberapa puluh detik jeda. Setelah berlalu, Puti bicara lagi. “Asyik ya. Ini baru pertama kali bagi saya. Ketemu warga di pinggir rel kereta,” kata Puti.

“Satu kena debu, semua juga kena debu. Ya memang begini, harus dekat dengan rakyat,” imbuh Puti diikuti tertawa meriah oleh warga.

Puti memang diundang oleh warga Sememi untuk menghadiri peringatan Hari Kartini di RW 01, Kelurahan Sememi. Sekitar dua ribu warga sudah berkumpul, berjejal, di gang kampung, pinggir rel kereta api. “Kami bersyukur, Sememi dikunjungi Mbak Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno,” kata Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri.

Kampung itu padat, tapi tertata. Jalan-jalan sudah di-paving. “Ini semua berkat komitmen teman-teman PDI Perjuangan,” kata Sulaiman, seorang warga.

Saat Mbak Puti pidato, tiba-tiba terdengar suara peluit dan warga berteriak meminta hadirin minggir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News