Megawati Persilahkan Simpatisan PDIP Masuk Kabinet

Megawati Persilahkan Simpatisan PDIP Masuk Kabinet
Megawati Persilahkan Simpatisan PDIP Masuk Kabinet
Saat ditanya siapa saja 'profesional simpatisan' di sekitar PDIP yang layak menjadi menteri, Kiemas mengajukan sejumlah nama. Di antaranya, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, serta dua ekonom yang cukup populer, yakni Sri Adiningsih dan Iman Sugema. Keduanya sudah sejak 2008 lalu duduk selaku anggota Dewan Pakar di Megawati Institute.

Kiemas menyampaikan Megawati memang tidak mungkin merestui kader -kader yang ada di struktur DPP PDIP untuk masuk kabinet. Karena mereka harus tetap menjalankan amanat kongres yang telah memutuskan PDIP sebagai partai penyeimbang. "Tetapi dalam politik kita harus konsisten juga untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang prorakyat. Kalau ada yang menyimpang, kita memang berkewajiban untuk mengkritisinya," tandas Kiemas. Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP itu selama ini memang aktif mencari jalan untuk "mendekatkan" PDIP dengan SBY.

Sebelumnya, Kiemas juga sempat melontarkan isu kontroversial bahwa Megawati tidak akan mencalonkan diri lagi di pilpres 2014. Namun, saat dikonformasi, Megawati ternyata belum memberi kepastian apapun. Bahkan, mantan presidek ke -5 RI itu merasa masih terlalu dini untuk membahas persoalan capres tersebut.

Terkait kemungkinan koalisi, melalui pidato politik peringatan HUT ke ?38 PDIP di Kantor PDIP, Jakarta Selatan, 10 Januari, lalu, Megawati juga menegaskan keteguhannya untuk tidak masuk pemerintahan. Menurut dia, cita -cita yang melekat dalam sejarah PDIP jauh lebih besar dari sekadar urusan kursi di parlemen, sejumlah menteri, ataupun istana merdeka. "Kita, seperti yang saya katakan di Bali (Kongres III PDIP, Red), tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik," kata Megawati. (pri)

JAKARTA - Taufik Kiemas kembali berbicara dengan mengatasnamakan istrinya, Megawati Soekarnoputri. Menurut Kiemas, Megawati mempersilahkan tokoh


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News