Melihat Taman Arkeologi Leang-Leang yang Ramah Disabilitas

Melihat Taman Arkeologi Leang-Leang yang Ramah Disabilitas
Tamu delegasi dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara Forum Tingkat Tinggi ASEAN (AHLF) tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan saat mengunjungi Leang-leang. Foto: dokumentasi Kemensos

jpnn.com - Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak potensi wisata yang layak dikunjungi para wisatawan. Salah satunya adalah Taman Arkeologi Leang-Leang di Kabupaten Maros.

Taman ini menjadi salah satu pilihan kunjungan para tamu delegasi dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara Forum Tingkat Tinggi ASEAN (AHLF) tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Taman Arkeologi Leang-leang merupakan kawasan arkeologis berupa bebatuan dengan dua goa prasejarah di dalamnya, yaitu Leang Pettae dan Leang Petta Kere.

Terletak sekitar 30 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin atau 41 kilometer dari Kota Makassar, Leang-leang bisa ditempuh sekitar 1 jam dari Kota Makassar menggunakan jalur tol.

Ciri khas dari taman ini adalah batu-batu hitam berukuran kecil hingga paling besar mencapai 3 meter yang terhampar tak beraturan.

Hamparan batu hitam ini begitu kontras dengan hamparan rumput hijau serta pepohonan rindang di sekitarnya.

Semua akses dan fasilitas di Leang-leang kini diciptakan ramah bagi penyandang disabilitas. Bagi penyandang disabilitas tuna daksa, terdapat jalur khusus untuk kursi roda.

Sedangkan, bagi penyandang disabilitas netra, terdapat rekaman suara yang diperdengarkan melalui pengeras suara tentang keunikan Taman Arkeologi Leang-Leang.

Taman Arkeologi Leang-leang merupakan kawasan arkeologis berupa bebatuan dengan dua goa prasejarah di dalamnya, yaitu Leang Pettae dan Leang Petta Kere

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News