JPNN.com

Memprihatinkan, 20 Persen Dokter Australia Terpaksa Bikin APD Sendiri

Senin, 10 Agustus 2020 – 23:58 WIB
Memprihatinkan, 20 Persen Dokter Australia Terpaksa Bikin APD Sendiri - JPNN.com
Ilustrasi tes corona. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, CANBERRA - Sebuah survei di Australia menemukan bahwa 20 persen dokter di rumah sakit umum terpaksa menyediakan alat pelindung diri (APD) mereka sendiri, mendorong seruan transparansi yang lebih besar soal persediaan APD pemerintah.

Diselesaikan oleh 677 anggota Royal Australasian College of Physicians (RACP) dan dirilis pada Senin (10/8), survei tersebut juga mengungkap bahwa 19 persen responden di semua fasilitas memiliki akses terbatas dalam mendapatkan masker bedah, sementara 3 persen bahkan tidak memiliki akses sama sekali.

"Tidak cukup baik bahwa 1 dari 5 orang memiliki akses yang terbatas dalam mendapatkan masker bedah. Sungguh luar biasa, beberapa orang menggunakan APD mereka sendiri," kata Presiden RACP sekaligus Profesor Dokter Pernapasan John Wilson.

"Ini merupakan tanda peringatan yang meresahkan tentang apa yang mungkin akan terjadi pada tenaga medis kita," ujarnya.

Namun demikian, Wakil Kepala Petugas Medis Australia Dr. Nick Coatsworth membantah keseriusan klaim tersebut. Dirinya mengatakan kepada media lokal 9news bahwa tidak terjadi kekurangan APD dan pemerintah federal telah mendistribusikan lebih dari 11 juta masker sejak pandemi mulai merebak.

"Alat pelindung diri tersedia dan berada di tempat yang seharusnya, di garis depan, untuk para pekerja kesehatan kita," kata Coatsworth.

Survei tersebut juga mengungkap bahwa sekitar 45 persen dokter memiliki akses terbatas dalam mendapatkan masker N95 yang lebih efektif, dan 11 persen tidak memiliki akses. Selain itu, hanya 61 persen responden yang melaporkan telah mendapatkan pelatihan terbaru dalam penggunaan APD.

"Kami khawatir karena kurangnya pelatihan di tempat kerja, para petugas kesehatan mungkin tidak selalu menggunakan APD dengan benar, seperti proses mengenakan dan melepaskan yang sangat penting," ujar Profesor Malcolm Sim, Dekan Fakultas Kedokteran Lingkungan dan Pekerjaan Australasian.

Sumber Xinhua

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil