JPNN.com

Tragedi Antri Zakat

Menag Baru Bisa Kecewa

Selasa, 16 September 2008 – 11:48 WIB
Menag Baru Bisa Kecewa - JPNN.com
Menag Baru Bisa Kecewa
JAKARTA - Insiden pembagian zakat yang berakhir dengan kematian sekitar 21 warga di Pasuruan, Jatim tak pelak membuat Departemen Agama (Depag) terperangah. Setelah mendengar kabar tersebut, Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Maftuh mengaku berduka cita dan sangat kecewa dengan insiden tersebut.

Menurut Menag, kejadian ini sebetulnya tidak perlu terjadi kalau Pak Syaikhon mau menyerahkan zakatnya kepada amil zakat yang sudah ada, seperti Bazda (Badan Amil Zakat Daerah) atau amil zakat lain. ’’Sungguh sangat disayangkan kejadian ini terjadi pada saat-saat kita menjalankan ibadah puasa, karena itu pemerintah memberi simpati kepada keluarga yang menjadi korban,’’ kata Menag ketika ditemui di kantornya Jalan lapangan Banteng, Jakarta, Senin (15/9).

Kejadian ini , kata Menag, bukan kali pertama, tapi pernah juga terjadi beberapa waktu lalu. Persoalannya, menurut Menag, ada muzakki yang ingin memberikan zakatnya kepada lingkungannya, tapi kepercayaan terhadap lembaga amil zakat kurang. Menag berharap, ke depan Kanwil dan Kandepag dapat aktif mensosialisasikan peran lembaga amil zakat, disamping membuktikan lembaga amil zakat dapat dipercaya oleh masyarakat. ’’Kami juga akan meminta agar amil zakat memberikan zakat secara transparan,’’ ujarnya.   

Melengkapi pernyataan Menag, Dirjen Bimas Islam Depag Nasarudin Umar menyatakan bahwa kejadian ini akan menjadi pintu masuk bagi instansinya untuk mematangkan konsep sentralisasi pengelolaan zakat. Nasaruddin kemudian menjelaskan bahwa belajar dari insiden ini, Depag akan berupaya menyusun konsep pengelolaan zakat secara terpadu oleh pemerintah. ’’Banyak negara-negara tetangga yang sudah mengaplikasikan kebijakan ini seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, kenapa Indonesia tidak,’’ jabarnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara