Menaker Dorong Pelaku Industri Ikut Susun Kurikulum Dikti

Menaker Dorong Pelaku Industri Ikut Susun Kurikulum Dikti
Menaker Hanif Dhakiri saat menjadi keynote speaker pada Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Tangerang, Banten, Sabtu (30/6). Foto: Kemnaker

"Maka untuk menambah tenaga terampil sebanyak 3,8 juta orang per tahun, sudah terbukti tidak dapat hanya mengandalkan jalur pendidikan, tapi kita juga butuh terobosan dari pendidikan vokasi dan pelatihan kerja ," kata Menaker Hanif.

Dalam kesempatan itu, Menaker juga mengajak dunia kampus agar memperkuat science, technology, engineering and math (STEMP). Penguatan STEMP diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi persaingan jika menggunakan big data pada masa mendatang.

"Perguruan tinggi juga harus perkuat STEMP. Di luar itu kita kembali kepada bagaimana menggenjot vocational training untuk menghadapi tantangan jangka pendek dan menengah, " katanya.

Menaker menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kontribusi UMN dalam melahirkan generasu muda yang siap bersaing. Menteri Hanif di hadapan Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, Kordinator Kopertis III Illah Sailah, Rektor UMN Ninok Leksono, para guru besar UMN juga berpesan kepada 288 wisudawan/wisudawati yang telah lulus kuliah agar tak berhenti dengan skills dan kompetensi yang dimiliki.

"Saya sarankan agar terus perbaiki diri, berinovasi dan terus meningkatkan kualitas diri di tengah zaman persaingan. Mau tak mau, daya saing juga harus diperkuat, " ujar Menaker Hanif.

Selain persaingan, hal yang tak kalah penting adalah kemampuan kolaborasi. Pemerintah saat ini terus mendorong life long learning dan life long employebility.

“Mendorong agar proses pembelajaran dan peningkatakan kompetensi secara terus menerus bagi warganegaranya, agar kemampuan bekerjanya meningkat terus menerus. Kalau punya skills, punya kelebihan jangan berhenti. Tapi juga harus tingkatkan pengetahuan dan inovasi, " kata Menaker.(eno/jpnn)


Menaker Hanif Dhakiri meyakini pelibatan industri dalam penyusunan kurikulum akan sangat efektif untuk menguasai pasar dan sesuai dengan kondisi kekinian.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News