Menaker Ida Fauziyah Sebut Tradisi Mudik Lebaran Ajang Pekerja Mempererat Silaturahmi

Menaker Ida Fauziyah Sebut Tradisi Mudik Lebaran Ajang Pekerja Mempererat Silaturahmi
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memberikan sambutan pemberangkatan 500 peserta mudik gratis yang difasilitasi Adira Finance melalui program KURMA (Kembali Seru Bersama) di Jakarta, Minggu (7/4). Foto: Dokumentasi Humas Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan tradisi mudik untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman hanya dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara Islam sekalipun.

Dia pun menyambut positif nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat untuk mempererat silaturahmi tersebut hingga saat ini masih terus dilestarikan.

"Tentu akar budaya itu bersumber dari ajaran agama untuk mempererat silaturahmi. Salah satu cara untuk mempererat silaturahmi yakni dengan cara mudik," kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Minggu (7/4).

Menaker Ida Fauziyah menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pemberangkatan 500 peserta mudik gratis yang difasilitasi Adira Finance melalui program KURMA (Kembali Seru Bersama) di Jakarta, Minggu (7/4).

Ke-500 orang peserta mudik berasal daei Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Serang akan menggunakan 10 bus dengan 2 rute jalur mudik sesuai kebutuhan masyarakat.

Kedua jalur mudik tersbeut, yakni jalur utara meliputi Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo.

Kemudian jalur selatan, meliputi Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Sumedang, Banjar.

Menaker Ida Fauziyah berpendapat tak semua pekerja di perantauan punya kesempatan untuk kembali ke kampung halaman saat merayakan Idulfitri setahun sekali.

Menaker Ida Fauziyah menyebut tradisi mudik Lebaran merupakan salah satu cara untuk mempererat silaturahmi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News