Menang Telak, Anwar Janji Rebut Kursi PM

Menang Telak, Anwar Janji Rebut Kursi PM
Anwar Ibrahim dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail. Foto: AFP
PERMATANG PAUH – Anwar Ibrahim resmi kembali ke panggung politik Malaysia setelah absen sepuluh tahun. Tokoh oposisi terdepan negeri jiran itu menang telak dalam pemilu sela yang diadakan di Permatang Pauh, wilayah yang merupakan bagian kampung halamannya, Penang, Selasa (26/8). Kemenangan itu mengantar Anwar kembali ke parlemen dan membuka lebar peluang menggulingkan pemerintah berkuasa pada September nanti.

Pengurus Pilihan Raya (Komisi Pemilihan Umum) Malaysia memastikan kemenangan Anwar itu melalui pengumuman resmi pada pukul 22.00 waktu setempat. Dari penghitungan resmi, Anwar memperoleh 31.195 suara atau 66,3 persen dari 47.000 suara yang diperebutkan. Calon dari partai berkuasa  Barisan Nasional (BN), Datuk Arif Shah Omar Shah, hanya mendapatkan separonya, yakni 15.524 suara atau 33 persen. Sisa suara diperoleh kandidat penggembira dari Angkatan Keadilan Insan Malaysia (AKIM) Hanafi Mamat dengan 92 suara.

Orang pertama yang paling bergembira atas hasil pemilu sela kemarin adalah istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail . Sebab, karena kesediaannya mengundurkan diri akhir Juli lalu, kursi parlemen di Permatang Pauh kosong sehingga harus dilaksanakan pemilu sela. Wan Azizah menduduki kursi itu sejak 1999, menggantikan Anwar. Keputusan itu terbukti tepat karena Anwar bisa melalui dengan gemilang jalan politik yang dibuka istri tercintanya itu.

Memang, pemilu sela tersebut hanya menyangkut perebutan satu kursi. Tetapi,  momentum itu akan menancapkan arti signifikan dalam perpolitikan Malaysia. Pemilu Permatang Pauh sangat simbolis karena menjadi bukti bahwa dukungan agar Anwar kembali ke panggung politik nasional tidak pernah kendur meskipun terkena tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang mantan asisten prianya yang berusia 23 tahun.

Pemilu di Penang diwarnai dengan pemberitaan surat kabar-surat kabar  Malaysia yang memang berada dalam kontrol pemerintah, yang mengedepankan kasus tuduhan sodomi Anwar. Bahkan, ada sekelompok orang yang mengibarkan bendera-bendera Israel sebagai upaya kampanye hitam bahwa kelompok oposisi mendukung Negara Israel.  ”Rakyat Malaysia memandang pemilu ini sebagai titik kritis dalam sejarah bangsa kita, apakah kita akan mendapatkan mandat untuk memberikan arah baru bagi Malaysia atau kita cukup senang dengan pemerintahan yang sama, yang korup,”  ujar Anwar mengomentari kemenangannya.

Pada pemilu Malaysia 8 Maret, koalisi tiga partai oposisi berhasil mendapatkan 82 kursi parlemen dari total 222 kursi,  hanya selisih 30 kursi dari koalisi BN. Anwar berjanji, setelah dirinya memenangkan pemilihan di Permatang Pauh, akan ada lebih dari 30 anggota koalisi BN yang siap membelot sehingga terjadi perubahan posisi mayoritas di parlemen pada pertengahan September nanti.

Jika janji itu terwujud, untuk pertama sejak Malaysia merdeka dari Inggris pada 1957, dominasi BN di parlemen berakhir dan posisi perdana menteri beralih ke oposisi. Secara teori, mengingat kuatnya pengaruh Anwar di koalisi oposisi Front Nasional,  kursi PM Malaysia tinggal menunggu waktu untuk diduduki politikus berumur 61 tahun itu.

Jalan berliku harus ditempuh Anwar untuk kembali mewarnai peta politik Malaysia. Pria karismatis itu dilarang berpolitik sejak 14 April 1999. Sebelumnya, Anwar dipecat secara tidak terhormat pada 2 September 1998 karena tuduhan melakukan tindakan sodomi. Tuduhan tersebut merupakan akibat perselisihannya dengan mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad karena Anwar mengkritik konsep pembangunan Malaysia.

PERMATANG PAUH – Anwar Ibrahim resmi kembali ke panggung politik Malaysia setelah absen sepuluh tahun. Tokoh oposisi terdepan negeri jiran

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News