Menangis, Istri Bupati tak Mau Berangkat Haji Sendiri

Menangis, Istri Bupati tak Mau Berangkat Haji Sendiri
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (tengah) dikawal ketat petugas ketika tiba di bandara SMB II Palembang untuk menuju ke Jakarta. Bupati Banyuasin ini ditangkap oleh KPK terkait dana bantuan dana hibah di Kabupaten Banyausin.(4/9). Foto: Kris Samiaji/Sumatera Ekspres/JPNN.com

jpnn.com - PALEMBANG - Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat usai menggelar acara walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatannya ke tanah suci.

Dia ditangkap di rumah dinasnya, Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Jalan Lingkar, Sekojo, Pangkalan Balai Banyuasin, Sumatera Selatan, kemarin (4/9). 

Bupati Yan Anton beserta istri akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci 6 - 22 September mendatang. Bupati sendiri dipastikan batal melaksanakan rukun Islam kelima itu. Begitu juga istrinya.

"Kalau ibu (Tita, red) mendampingi Pak Yan saat dibawa KPK," ujar kerabat dekat Yan tadi malam. 

Yan Anton sempat pamit dengan istrinya sambil membawa tas ransel. Yan minta  istrinya tetap berangkat haji sendirian. 

Saat Yan Anton pergi bersama tim KPK, istrinya Tita langsung menangis. "Ibu (Tita) memastikan batal berangkat haji," kata kerabat Yan tadi. 

Sekarang ini, lanjutnya, pihak keluarga mengkhawatirkan kesehatan ayah kandung Yan Anton, yang juga mantan Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed. 

"Pak Amir belum tahu kalau anaknya sudah dibawa ke Jakarta. Keluarga belum kasih kabar karena khawatir kondisi kesehatan makin buruk. Pak Amir baru pulih dari sakit," tandasnya.

PALEMBANG - Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat usai menggelar acara walimatus safar atau

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News