Menanti Kaesang dan PSI di Garis Depan Perang Melawan Kekerasan Seksual

Oleh: Sulis Septianti, pegiat Forum Ngaji Gender

Menanti Kaesang dan PSI di Garis Depan Perang Melawan Kekerasan Seksual
Pegiat Forum Ngaji Gender Sulis Septianti menilai Kaesang Pangarep bersama PSI punya potensi besar memajukan perjuangan melawan kekerasan seksual dan ketimpangan gender. Foto: dok pribadi for JPNN

Kekerasan seksual di dunia pendidikan adalah isu yang memerlukan perhatian serius, mencakup tindakan pelecehan seksual, pemerkosaan, perundungan, serta perlakuan tidak hormat terhadap siswi dan mahasiswi.

Masalah ini mencerminkan ketidaksetaraan gender yang masih ada di masyarakat dan memerlukan tindakan tegas serta pemahaman yang lebih baik tentang dampaknya.

Contoh kasus terbaru kekerasan seksual di dunia pendidikan di Indonesia adalah insiden yang korbannya adalah seorang siswi SMA di Bone pada tahun 2023 yang dirudapaksa aoleh 11 orang pria.

Kasus lain terjadi di salah satu universitas di Lampung, di mana seorang dosen dilaporkan ke kepolisian karena pelecehan seksual terhadap mahasiswi.

Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah ini.

Pendidikan tentang persetujuan, hak-hak individu, dan pencegahan kekerasan seksual harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan.

Tindakan tegas harus diambil terhadap pelaku kekerasan seksual, dan perlu ada mekanisme pelaporan yang aman dan konfidensial untuk para korban.

Terungkapnya beberapa kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, terutama di perguruan tinggi, telah menyoroti ketidaksetaraan gender yang persisten dan perlindungan yang kurang memadai bagi para mahasiswi.

Dengan dukungan mesin politik PSI, Kaesang Pangarep dapat berkontribusi besar dalam upaya memerangi ketimpangan gender dan kekerasan seksual

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News