Mendag Lukita Iri, 2 Menteri Diperlakukan Istimewa Presiden

jpnn.com, KARAWANG - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan curahan hatinya pada Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/4).
Dengan nada jenaka, Mendag Lukita mengatakan iri terhadap dua orang menteri di Kabinet Kerja yang mendapat perlakuan istimewa dari Presiden Joko Widodo.
Dua menteri yang dimaksud adalah Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Menteri Desa, Pembangunan Daerat Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo. Di acara Apel Siaga TTI, kedua menteri itu juga hadir.
Di acara yang juga dihadiri para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Pemkab Karawang yang hadir, Mendag Lukita menjelaskan, perlakuan istimewa itu adalah jarang hadir di Rapat Terbatas di Istana namun tidak diprotes oleh Presiden Joko Widodo.
Menurut Mendag Lukita, kedua menteri ini mendapat previlege dari Presiden karena sering berada di daerah untuk blusukan sehingga sering tidak hadir di Ratas Kabinet Kerja.
"Menteri Pertanian dan Menteri Desa jarang hadir di Ratas, karena sering berada di sawah dan desa, diberikan keistimewaan oleh Presiden. Saya suka iri pada mereka berdua ini," kata Enggar disambut tawa peserta apel.
Bahkan lanjut Enggar bercerita, ia kadang kerap diperintahkan Presiden untuk menyampaikan hasil ratas kepada Mentan dan Mendes.
"Ini lah bentuk kita bekerjasama bergandengan tangan agar mendapat hasil yang maksimal," kata Enggar lagi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan curahan hatinya pada Apel Siaga Toko Tani Indonesia (TTI) di Kabupaten Karawang, Jawa
- Kementan Kukuhkan Young Ambassador Agriculture 2025 & Duta Brigade Pangan Inspiratif
- Mentan Amran Sebut Produksi Beras Melonjak, Ini Angka Tertinggi
- Cetak Rekor, Serapan Beras Bulog Capai 1,3 Juta Ton Sepanjang April 2025
- Wamentan Sudaryono Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
- Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
- Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono Jadi Ujung Tombak Mencapai Swasembada Pangan