Mendagri Tito Apresiasi Inflasi Oktober Terkendali, Ingatkan Kepala Daerah Tak Terlena

Mendagri Tito Apresiasi Inflasi Oktober Terkendali, Ingatkan Kepala Daerah Tak Terlena
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (13/11). Foto: Dokumentasi Puspen Kemendagri

Meskipun angka inflasi relatif stabil, namun Mendagri Tito meminta kepala daerah tidak terlena.

Dirinya mencermati 10 provinsi di Indonesia dengan tingkat inflasi tertinggi.

Ke-10 provinsi tersebut, yaitu Maluku Utara (Malut) 4,31 persen, Papua Barat (Pabar) 3,86 persen, Bangka Belitung (Babel) 3,80 persen, Maluku 3,62 persen, Yogyakarta 3,44 persen, Jawa Timur (Jatim) 3,25 persen, Sulawesi Tenggara (Sultra) 3,14 persen, Kalimantan Timur (Kaltim) 3,09 persen, Lampung 3,06 persen, dan Sulawesi Barat (Sulbar) 2,92 persen.

"Saya minta nanti penjabat yang baru betul-betul fokus ini," tegas Mendagri.

Dia mengingatkan inflasi menjadi atensi utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kemendagri.

"Waktu dua minggu lalu rapat Bapak Presiden dengan para penjabat, atensi beliau nomor satu adalah inflasi," imbuhnya.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti 10 kabupaten dengan tingkat inflasi tertinggi.

ke-10 kabupaten tersebut, yakni Belitung 5,43 persen, Sumenep 5,29 persen, Merauke 4,89 persen, Manokwari 4,25 persen, Banggai 4,25 persen, Kotabaru 4,12 persen, Sikka 4,07 persen, Sumba Timur 3,92 persen, Buleleng 3,65 persen, dan Mimika 3,34 persen.

Mendagri Tito menyampaikan sejumlah pesan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News