Mendarat di Sungai, Bisa Dimakan Buaya

Mendarat di Sungai, Bisa Dimakan Buaya
SELAMAT- Lettu Erwin saat dievakuasi dari reruntuhan pesawat. Foto: Radar Tarakan/JPNN
LETTU (P) Erwin Wahyuwono, Pilot Nomad TNI AL yang jatuh di tambak di daerah Mentadau, Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, sempat tak menyangka bisa selamat dari maut. Anugerah kehidupan yang dia rasakan sekarang diyakini sebagai sebuah mukjizat. Berikut penuturannya kepada Radar Tarakan (JPNN Grup)

JARUM infus masih menancap di lengan kanan Lettu (P) Erwin Wahyuwono. Pria asal Kudus, Jawa Tengah, ketika ditemui Rabu (9/9) di ruangan Seroja RSAL Ilyas Tarakan mengenakan kemeja bergaris perpaduan warna merah, hitam dan abu-abu dan celana panjang warna biru tua tampak lebih segar.

”Iya agak baikan sekarang. Cuma kadang masih agak pusing, mungkin karena keluar darah cukup banyak waktu kejadian itu. Darahnya bukan lagi mengalir, tapi muncrat,” kata Erwin ketika ditemui Radar Tarakan sembari menunjukkan kepalanya yang masih dibalut perban karet elastis.

Di ruangan Seroja yang setelah direnovasi diresmikan oleh Lantamal Bitung Kolonel Laut (P) Hambar Martono pada 18 Desember 1991 itu, Erwin tidak tidur sendiri. Ia bersama copilot-nya Lettu Syaiful. “Tapi Pak Syaiful lagi jalan ke ruangan lainnya,” kata Erwin.

LETTU (P) Erwin Wahyuwono, Pilot Nomad TNI AL yang jatuh di tambak di daerah Mentadau, Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, sempat tak menyangka

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News