Mengaku Imam Mahdi, Nyaris Dibakar

Mengaku Imam Mahdi, Nyaris Dibakar
Mengaku Imam Mahdi, Nyaris Dibakar
Sementara itu, Ketua Tim Pengkaji MUI Kabupaten Bogor, Muhammad Zaini Mahfudin menilai Abud terlalu lama berkawan dengan jin. Sebab itu, Abud sulit sekali diajak untuk bertobat. “Kita sudah berusaha meyakinkan. Tapi yang bersangkutan tetap keukeuh dan menunggu kehendak Allah SWT,” katanya.

Usai mendengar ikrar tobat Abud,  ratusan massa yang sempat berencana membakar "Imam Mahdi Puncak" itu akhirnya membubarkan diri. Guna menghindari aksi massa, Abud beserta seluruh keluarganya akhirnya dibawa ke Mapolres Bogor dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sementara kediamannya di Kampung Leuwimalang RT 01/01, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Di tempat terpisah, aksi tobat juga diikrarkan pimpinan Panjalu Siliwangi, Agus Sukarna. "Romo" Agus akhirnya bertobat setelah sempat berdebat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor di kantor Markaz Islam Bogor, kemarin. Selain MUI, hadir pula perwakilan pemerintahan dan kepolisian. Sedangkan Agus didampingi tiga muridnya Agus Nugraha, Dedi dan Daus.

Agenda tersebut membahas mengenai ajaran yang disampaikan Agus, dimana memiliki syahadat berbeda dari syahadat pada umumnya. Sejumlah tokoh agama dan ketua MUI mempertanyakan keberadaan aliran pimpinan Agus Sukarna. Perang mulut berlangsung karena Romo Agus berkali-kali membantah tudingan ulama terkait menyebarkan ajaran sesat. Suasana jadi panas saat pria yang dikenal sebagai ahli pengobatan itu mengaku tak bisa menulis, apalagi membaca Alquran.

CISARUA-“Saya mengaku tobat dan tidak akan mengaku-ngaku lagi sebagai Imam Mahdi,” teriak keukeh Muhamad Sihabudin alias Abud (55), warga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News