Mengapa Pekerja Asing yang Tereksploitasi di Australia Tidak Melaporkan Majikannya?

Mengapa Pekerja Asing yang Tereksploitasi di Australia Tidak Melaporkan Majikannya?
Amanda, seorang mahasiswa asing yang bekerja di Australia, mengaku menyadari dirinya dibayar rendah dari yang seharusnya namun tak punya banyak pilihan. (ABC News: Natasya Salim)

Informasi tentang bagaimana dan kapan melaporkan kekurangan pembayaran tersedia dari website FWO.

FWO juga menawarkan layanan penerjemah gratis dan pelaporan anonim, yang dapat diakses dalam 16 bahasa selain bahasa Inggris.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia membenarkan adanya kesepakatan dengan FWO itu.

Ia mengatakan ada beberapa persyaratan dalam perjanjian tersebut, termasuk korban secara aktif membantu FWO dengan pertanyaannya, berkomitmen mematuhi persyaratan visa di masa depan dan hanya melanggar persyaratan terkait pekerjaan dari visa mereka.

Bukan hanya pekerja yang harus peduli

Menurut Profesor Alex, bukan hanya pekerja yang perlu khawatir tentang pencurian upah.

"Saat ini kita berada dalam situasi yang menarik, karena sedikitnya mahasiswa asing yang masuk, khususnya di industri pertanian, maka sangat dibutuhkan tenaga kerja," ujarnya.

"Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat menemukan pekerja, yaitu karena upah rendah sudah membudaya, sehingga pekerja tidak mau datang," katanya.

"Mungkin ini saat yang tepat untuk membicarakan soal upah dan mengapa perlu ditingkatkan," kata Prof. Alex.

Banyak mahasiswa Indonesia di Australia yang menerima upah di bawah aturan yang berlaku

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News