Mengapa Tiongkok Melulu?

Mengapa Tiongkok Melulu?
Dahlan Iskan.

Tapi keinginan bisa ke Amerika juga luar biasa menggoda. Apalagi tanpa keluar biaya.

Jawa Pos masih sangat miskin saat itu. Mesin ketiknya hanya beberapa buah. Wartawan harus bergantian menggunakannya.

Mengetik berita pun tidak boleh di kertas baru. Harus di kertas bekas. Yang di baliknya sudah pernah digunakan.

Tapi saya harus ke Amerika.

Akhirnya saya ajukan daftar keinginan itu. Lebih dari 30 keinginan. Mulai mengunjungi koran-koran besar, koran kecil, koran di pedalaman, melihat Gedung Putih, melihat New York, Chicago, San Fransisco, Los Angeles, Disney World, peluncuran pesawat ruang angkasa dan banyak lagi.

Saya tidak tahu di mana saja letak objek-objek itu. Saya tidak bisa membayangkan jarak antar-objek.

Saya baru sadar setelah saya tiba di Amerika: Amerika itu besar sekali. Jarak antar obyek tersebut ternyata ada yang sejauh Sabang ke Merauke.

Begitu melihat daftar tersebut, staf konsulat Amerika di Surabaya merenung lama. Lantas bergumam: ok, setuju.

Dulunya saya lebih sering menulis tentang Indonesia. Biasa. Negeri sendiri. Lalu saat sering ke Amerika saya banyak menulis tentang Amerika. Saya begitu kagum.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News