Mengenang Tragedi Kudatuli, Puan Mendapat Tugas Khusus Selama Masa Genting

Puan beserta Megawati dan ayahanda Taufiq Kiemas pun akhirnya menunggu di rumah mereka di Kebagusan sambil terus memantau situasi dari jauh.
“Menit per menit itu semuanya kan laporan ke ibu saya (Megawati). Sekarang ada beberapa truk yang mendekati DPP Diponegoro. Semua sudah turun berpakaian hitam-hitam. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penyerangan, penyerbuan, pembakaran dan sebagainya,” kata Puan.
Tidak lama kemudian, Puan menyaksikan banyak orang dalam keadaan luka parah dibawa ke rumahnya di Kebagusan.
Mereka adalah korban dari upaya pengambilalihan paksa kantor DPP PDI.
“Rumah sudah kayak tempat pengungsian,” kenang Puan.
Puan mengakui awalnya panik melihat banyaknya orang yang berdatangan ke rumahnya dengan kondisi luka-luka.
Menurut Puan, korban luka awalnya hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan PPPK yang ada di rumah Kebagusan.
Namun, dia bersyukur banyak mendapatkan pertolongan. Salah satunya adalah dari sejumlah dokter yang mengobati para korban luka.
Peristiwa pertumpahan darah yang dikenal dengan Tragedi Kudatuli itu meninggalkan kesan mendalam bagi putri Megawati, Puan Maharani.
- Megawati Cs Gigit Jari, Pertamina Enduro Tembus Final Proliga 2025
- Live Streaming Final Four Proliga 2025 Seri Solo: Menanti Aksi Megawati
- May Day 2025, Puan Maharani Bicara Perjuangan Menyejahterakan Buruh
- Proliga 2025: Pelatih Gresik Buka Peluang Mainkan Megawati di Final Four Seri Solo
- Megawati Usulkan KAA Jilid II Bahas Kondisi Global dan Kemerdekaan Palestina
- Matahari Kembar