Menghindari Resesi Ekonomi, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Menghindari Resesi Ekonomi, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah
Sekretaris Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah upaya dilakukan pemerintah menghindari ancaman resesi ekonomi. Hal ini dilakukan dengan memberikan stimulus agar pergerakan ekonomi lebih baik memasuki kuartal ketiga nanti.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede menegaskan, pemerintah tengah berupaya agar Indonesia tidak minus di Kuartal III tahun ini.

Dia pun mengakui banyak ekonom dan pengamat yang berspekulasi resesi terkait keadaan ekonomi saat ini.

"Kalau ada yang berpendapat kita akan resesi itu sah-sah saja karena mereka melihat dari tren global. Tapi saat ini komite berjuang agar jangan sampai Kuartal III pertumbuhan ekonomi kita minus lagi," kata Raden Pardede di channel YouTube Kemenko Perekonomian.

Untuk mencegah itu, lanjutnya, komite membuat langkah agar perekonomian tetap berjalan dan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial dan stimulus ekonomi.

"Untuk masyarakat kami berikan bantuan sosial yang kita perpanjang sampai bulan Desember, dari yang tadinya hanya tiga bulan dan ini merupakan sejarah dimana bantuan diberikan sepanjang ini," ujar Raden.

Raden menjelaskan, sektor utama yang menjadi perhatian adalah UMKM. Dia menjelaskan, krisis karena pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis 1998 di mana saat itu yang terkena imbas adalah sektor keuangan yang menyasar pada kelompok konglomerasi, tetapi di sektor UMKM masih bisa berjalan dengan baik.

"Maka dari itu kami siapkan langkah untuk UMKM ini berupa bantuan uang tunai dan perluasan KUR yang menyasar pada ibu-ibu dan korban PHK," imbuhnya.

Pemerintah memahami berbagai pendapat yang khawatir akan terjadi resesi ekonomi setelah melihat dari tren global.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News