Menginjeksi Sektor Riil Dengan Suku Bunga Rendah

Oleh: MH Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran DPR RI

Menginjeksi Sektor Riil Dengan Suku Bunga Rendah
Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH. Said Abdullah. Foto: Humas DPR RI

Akibatnya, kecenderungan Nett Interest Margin (NIM) bank umum terkoreksi. NIM bank umum pada April 2020 sebesar 4,57%, pada Mei 2020 sebesar 4,50%, Juni turun menjadi 4,46%, Juli 2020 turun menjadi 4,44% dan Agustus turun lagi menjadi 4,43%. Bahkan bila melihat tren yang ada, kecenderungan NIM bank umum turun sebenarnya sejak 2016 yang lalu, namun pandemi covid19 ini menjadi penyumbang lebih besar lagi.

Saya sangat berharap Himbara menjadi lokomotif, setidaknya untuk menurunkan suku bunga kredit, terutama pada sektor UMKM dan pelaku eksportir.

Keduanya adalah pilar strategis untuk membantu pemerintah dalam membalikkan ekonomi kita. Dengan kinerja kredit perbankan yang makin besar dan dalam, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2020 akan kembali pada angka pertumbuhan diatas 1 persen. Memberi “darah” bagi sektor riil melalui penyediaan dana lebih murah saat ini adalah kesempatan emasnya.

Hal ini terlihat dari konsumsi Rumah Tangga/ RT (demand side) yang tampak membaik. Pada triwulan III 2020 kosnumsi RT hanya minus 2,1%, padahal di triwulan II 2020 minus 7,75%. Sementara dari supply side, hampir semua lapangan usaha menunjukkan kinerja yang positif, kecuali pada sektor pertambangan yang masih terkoreksi sebesar minus 4,28% pada triwulan III 2020.

Indkator makro ekonomi, terutama sektor moneter sangat stabil, terlihat dari stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, keadaan ini memberikan dukungan baik bagi perbaikan pada sektor riil. Membaiknya kinerja ekspor seiring meningkatnya permintaan global, terutama dari negara negara tujuan ekspor seperti Tiongkok, ASEAN dan Amerika Serikat makin menguatkan harapan bahwa ekonomi kita makin tumbuh baik.

Sekali lagi, momentum ini membutuhkan dukungan dari industri perbankan. Stimulus fiskal melalui PEN sebesar Rp 695 triliun akan lebih punya arti bila perbankan sebagai pemegang likuiditas ikut menopangnya. Kita menunggu industri perbankan mengambil langka nyata itu.(***)

Indkator makro ekonomi, terutama sektor moneter sangat stabil, terlihat dari stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, keadaan ini memberikan dukungan baik bagi perbaikan pada sektor riil.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News