Mengunjungi Hotel Sapi, Penjualan Ternak dengan Sistem SPG Cowgirls

Rekrut dari SPG Mobil, Inspirasi dari Australia

Mengunjungi Hotel Sapi, Penjualan Ternak dengan Sistem SPG Cowgirls
Penjualan hewan kurban dengan menggunakan sales promotion girl (SPG) di Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Foto : JPPhoto

Doni, pria kelahiran Depok 22 Januari 1965 ini belakangan memang memiliki banyak kesibukan. Selain berjualan sapi, aktifitasnya juga banyak diluangkan untuk menerima tamu dari sejumlah pewarta baik lokal maupun mancanegara khusus penjualan sapi kurban. Mau tidak mau jadwal pertemuannya pun harus di skedul ulang jika ingin bertemu dadakan.

Akhirnya setelah menunggu kurang lebih dua jam, pria berbadan tegap itu selesai syuting dan bisa berbincang-bincang dengan INDOPOS. "Iya nih Mas, sedang syuting nih, kesibukan baru," katanya memulai perbincangan.

Diceritakan Doni, ide menjual ternak sapi kurban menggunakan Ladies Cowboy (SPG penjual sapi) itu berawal dari pengalamannya menjadi importir ternak Indonesia-Australia sejak 2000 lalu. Dia melihat bahwa tempat penjualan sapi di Australia tidak kumuh dan kotor seperti umumnya tempat-tempat penjualan terbak di Indonesia.

Akhirnya, muncullah ide untuk membuka outlet penjualan sapi berkonsep bersih. Kepalang tanggung, setiap outlet milik Doni dikonsep layaknya seperti hotel berbintang. Semua hewan potong tersebut dirawat dengan apik. Setiap sudut ruangan outlet usaha sapi kurban itu diberikan AC. Bahkan, atapnya pun diberikan peneduh agar terhindar sinar matahari ketika waktu siang.

Cara H. Romdoni dalam memasarkan hewan ternak miliknya cukup unik. Berbeda dengan pedagang ternaik lainnya, dia memilih tempat ber-AC sebagai outlet

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News