Kamis, 18 Juli 2019 – 17:56 WIB

Menhub Diberi Sanksi?

Minggu, 03 Oktober 2010 – 06:42 WIB
Menhub Diberi Sanksi? - JPNN.COM

JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar siapa saja yang dianggap lalai dalam tragedi tabrakan dua kereta api itu diberi sanksi. "Siapapun yang lalai agar diberikan sanksi yang setimpal dengan kesalahannya," kata Julian Aldrin Pasha, juru bicara presiden, di Kantor Presiden, kemarin (10/2).

Julian mengatakan, peristiwa kecelakaan KA tersebut merupakan kejadian yang mendapat perhatian secara khusus dari Presiden SBY. Julian memang belum bisa membeberkan siapa saja yang kemungkinan bakal mendapatkan sanksi. Dia memastikan, pemerintah tidak akan mentolerir kesalahan yang memicu terganggunya rasa keamanan pengguna transportasi publik tersebut. "Nanti dilihat bagaimana keseriusan hal yang dilanggar," ujar mantan direktur program Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Diduga kuat sanksi akan diberikan Presiden kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi sebagai penanggungjawab otoritas perhubungan nasional. Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Julian tidak mengelak namun juga tidak membenarkan. "Kita lihat hasil investigasi. Kalau sulit diterima, kita perlu memberi sanksi yang tepat," jawab Julian.

Dalam masa kritis ini, lanjut Julian, Presiden telah memerintahkan Menhub Freddy Numberi, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Meneg BUMN Mustafa Abubakar untuk bertindak menangani permasalahan itu. Dirjen Perhubungan Darat dan Dirut Kereta Api juga diminta proaktif melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab terjadinya kecelakaan.

"Presiden berharap korban dapat ditangani dengan baik dan Gubernur Jawa Tengah tidak segan berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk langkah selanjutnya dalam penanganan secara keseluruhan," ujar alumnus Hosei University, Tokyo, Jepang, tersebut.
    
Sebelum bertolak ke lokasi kecelakaan di Pemalang Sabtu Pagi kemarin, Menhub Freddy Numberi mengatakan PT Kereta Api Indonesia akan dievaluasi secara menyeluruh. Dari hasil evaluasi itu akan diketahui penyebab kecelakaan KA yang menimbulkan puluhan korban jiwa ini apakah karena human error atau karena faktor lain.

"Saat ini yang terpenting adalah menangani seluruh korban. Baik yang meninggal maupun yang menderita cedera parah dan ringan," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari pihak PT KAI, masinis KA Argo Bromo Anggrek yang diduga kuat melakukan pelanggaran sinyal saat memasuki stasiun Petarukan. Sanksi memang baru diberikan setelah hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai.

Namun, kesimpulan sementara, kata Tundjung, penyebab kecelakaan kereta api itu karena KA Argo Bromo Anggrek salah jalur. KA jurusan Jakarta-Surabaya itu seharusnya masuk melalui jalur 2 namun tetap melaju di jalur 3 yang sedang dipergunakan KA Senja Utama Semarang. Padahal, KA Senja Utama sedang berhenti dan mempriorotaskan jalan bagi KA eksekutif tersebut."Peristiwa Pemalang akibat keteledoran masinis. Sinyal merah (yang ada di jalur 3, Red), harusnya berhenti," tegas dia.

Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II datang ke lokasi tabrakan kemarin. Yang pertama datang adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih sekitar pukul 13.00. Kemudian, disusul Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar yang datang pukul 14.30. Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi tiba di lokasi menjelang pukul 16.00.


Menurut Mustafa, empat menteri yang melakukan kunjungan ke lokasi kecelakaan nanti memberikan laporan yang komprehensif kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pemerintah sangat serius untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Presiden sudah kami lapori pada laporan awal. Kami juga akan memberikan laporan lengkap dari Menkes, BUMN, perhubungan, dan nanti malam (tadi malam) datang lagi Menko Kesra," paparnya di Stasiun Petarukan kemarin. ((fal/zul/kuh/yud/jpnn/c5/kum)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar