Menikmati Kerja, Warga Indonesia di Australia Belum Pensiun Meski Usia Sudah 70 Tahun

Menikmati Kerja, Warga Indonesia di Australia Belum Pensiun Meski Usia Sudah 70 Tahun
Pemilik toko daging halal berusia 70 tahun Sjahrir Laonggo mengatakan tidak rela meninggalkan bisnisnya di mana ia bertemu pelanggan yang sudah seperti keluarga. (Supplied)
Menikmati Kerja, Warga Indonesia di Australia Belum Pensiun Meski Usia Sudah 70 Tahun Photo: Sejak 18 tahun yang lalu, Sjahrir menjalankan bisnis toko daging halalnya setelah sebelumnya menjalankan bisnis 'fish and chips'. (Supplied)

 

"Belum akses tunjangan, karena mereka [pemerintah] lihat dari income [pendapatan] juga," kata Sjahrir yang tiba di Australia 46 tahun lalu sebagai seorang mahasiswa.

"Saya enjoy my work [menikmati kerja] dan istri tidak keberatan, karena kalau hari Minggu, waktu saya full [penuh] untuk keluarga."

Fleksibilitas sebagai seorang pemilik bisnis juga menjadi alasan lain mengapa Syahrir tetap mau bekerja selama hampir 40 jam setiap minggunya.

"Artinya saya bisa keluar anytime [kapanpun]. Jadi saya tidak ada beban tidak bisa kemana-mana," tutur pria asal Makassar ini.

"Mungkin kalau saya pegawai orang, saya sudah lama pensiun karena mungkin harus minta izin kalau berlibur. Kalau ini saya merasa tidak ada beban."

Sjahrir mengaku sebagai warga senior, ia sering merasa lelah ketika hendak berangkat kerja. Namun, semangatnya terbukti bisa mengalahkan kondisi alamiah tersebut.

"Saya pergi agak sakit dari rumah, sampai ke butcher [toko daging] kok hilang sakitnya?" tutur Sjahrir sambil tertawa.

Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang tinggal di Perth, Australia ini sama sekali belum berencana untuk pensiun

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News