Menkum HAM: Akan Ditindak Tegas

'Istana' di Rutan Pondok Bambu

Menkum HAM: Akan Ditindak Tegas
Menkum HAM: Akan Ditindak Tegas
Patrialis juga mengaku kaget mendengar adanya sel khusus yang mewah seperti yang ditempati makelar kasus Artalyta Suryani tersebut. Sebab, saat melakukan kunjungan  ke Rutan Pondok Bambu tempat Ayin ditahan, dirinya tidak menemukan fasilitas mewah seperti ditemukan Satgas. “Ketika itu saya tidak temukan karena sudah malam. Saya juga tidak tahu dan tidak ditemukan pada waktu itu apa memang tidak ditemukan, tidak dibawa, atau sengaja ditutupi. Tapi setelah ada temuan Satgas itu, saya merasa tertipu dan kaget juga,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan apakah fenomena fasilitas mewah terhadap narapidana tertentu itu kerap terjadi, menurut Patrialis yang baru menjabat Menkum HAM itu memastikan bahwa peristiwa itu sudah terjadi puluhan tahun. Harusnya jangan mewah-mewah, harus sederhana, yang boleh itu wajar, harus sederhana.

“Kalau pun ada ruangan hiburan harus dinikmati bersama jangan hanya orang tertentu. Begitu pula kalau pakai AC semua pakai AC. Lapangan olahraga untuk semua orang, tidak untuk satu atau dua orang,” tegasnya.

Sementara Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai perlakuan itu menunjukkan ketidakadilan. Karena itu ia meminta dilakukan penyelidikan terhadap kepala dan sipir penjara, mengapa ada diskriminasi. “Tanyakanlah ke kepala penjara. Tapi kalau menurut saya kurang adil. Ini kan kebijakan lapas, bukan nasional. Tapi saya enggak setuju,” imbuh tokoh senior PDI Perjuangan itu.

JAKARTA- Menkum HAM, Patrialis Akbar mengatakan akan menindak tegas ke sejumlah pihak yang bertanggung jawab terkait kasus 'Istana di Rutan Pondok

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News