Mensos Risma Luncurkan GRUWI untuk Tingkatkan Perlindungan Terhadap Disabilitas Rungu-Wicara

Mensos Risma Luncurkan GRUWI untuk Tingkatkan Perlindungan Terhadap Disabilitas Rungu-Wicara
Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) saat meluncurkan inovasi alat bantu gelang untuk penyandang disabilitas rungu dan wicara (GRUWI), Senin (3/7). Foto: Dokumentasi Humas Kemensos

“(Gelang) ini bukan (alat bantu) pertama (yang kami ciptakan). Kami pernah membuat tongkat adaptif untuk tunanetra. Jadi, gelang ini produksi Kemensos. Idenya dari saya dan diterjemahkan oleh teman-teman,” terang Mensos Risma.

Lantaran pengerjaan keduanya dilakukan langsung oleh Kemensos, bahkan melibatkan disabilitas itu sendiri, Risma menyebut perlunya inovasi tersebut dipatenkan sebagai hak cipta Kemensos sebelum diperbanyak produksinya.

“Nanti akan kami patenkan, baik nasional, maupun internasional. Tapi, ke depan, ini masih harus disempurnakan (fungsi dan fiturnya) untuk membantu melindungi anak-anak kita, tunarungu dan wicara,” tegasnya.

Sebelumnya, tongkat adaptif telah dipatenkan keberadaannya sebagai hak cipta Kemensos bersamaan dengan kunjungan Mensos Risma dalam Forum Dialog Committee on the Rights of Persons with Disabilities_ (CRPD) di Jenewa, Swiss, pada 18 Agustus 2022 lalu.

Untuk itu, mantan Wali Kota Surabaya ini menyatakan hal yang sama perlu dilakukan pada inovasi alat bantu GRUWI.

Pada kesempatan yang sama, Mensos Risma juga menyerahkan 6 buah GRUWI kepada 5 penyandang disabilitas penerima manfaat dari Sentra Terpadu “Inten Soeweno” (STIS) di Cibinong dan 1 buah GRUWI kepada Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Dante Rigmalia.

Saat ini, GRUWI diproduksi oleh STIS di Cibinong dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta.

Selanjutnya, GRUWI akan diproduksi lebih banyak lagi melalui 31 sentra/sentra terpadu dan 6 Balai Besar Kemensos di seluruh Indonesia, seiring dengan berjalannya proses hak paten dan hak cipta produk inovasi di Kementerian Hukum dan HAM. (mrk/jpnn)

Mensos Risma meluncurkan GRUWI sebagai respons terhadap situasi rentan yang mungkin dihadapi oleh penyandang disabilitas rungu dan wicara


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News