Mentan Dorong Pengolahan Ubi Kayu dan Ekspor Turunan Sawit di Bangka

Mentan Dorong Pengolahan Ubi Kayu dan Ekspor Turunan Sawit di Bangka
Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau pengolahan komoditas ubi kayu. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, SUNGAILIAT - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau pengolahan komoditas ubi kayu di PT. BAA (Bangka Asindo Agri), sekaligus pelepasan ekspor turunan sawit berupa cangkang sawit ke Jepang, Sabtu (8/8)

Mengulas komoditas ubi kayu, Mentan menyebutkan bahwa ubi kayu beserta olahan turunannya, seperti mi, dapat menjadi pendorong perekonomian dan sumber ketahanan pangan negara.

"Kita punya tepung, sagu dan tapioka itu, kemudian sekarang sudah masuk kepada mi. Dimana mi itu kan menjadi pilihan-pilihan makanan orang Indonesia. Dan kami berharap memang menjadi kekuatan Indonesia ke depan," sebut Mentan.

Varietas ubi kayu casesa yang dihasilkan dari daerah provinsi Bangka diketahui memiliki provitas 25-28 ton/ha dengan kandungan pati 25-27 persen lebih tinggi dari yang dihasilkan daerah lain.

PT. BAA sendiri membutuhkan bahan baku ubikayu dengan kapasitas 400 ton perharinya untuk menghasilkan berupa tepung tapioka, dan di perusahaan tersebut mengolah komoditas sagu yang hasilkan mie sagu.

Masyarakat di provinsi Bangka Belitung memiliki areal luasan kebun singkong yang cukup luas. Dari luasan sekitar 15 ribu ha kebun singkong rakyat dapat menghasilkan pasokan untuk 5 pabrik tapioka yang ada di provinsi tersebut Babel, dan tiga diantaranya berproduksi skala besar.

Membahas ekspor perdana cangkang sawit, pada kesempatan yang sama Mentan secara simbolis melepas 10.000 ton cangkang sawit milik PT Bumi Agri Sejahtera senilai Rp. 1,1 milyar ke negara Jepang.

"Hari ini juga limbah sawit kita yang namanya cangkang sawit itu kita ekspor. Oleh karena itu tidak ada yang terbuang lagi percuma. Dan ini tentu kerja luar biasa masyarakat Babel, pak Gubernur dengan jajaran, didukung yang lain." pungkas Mentan.

Mentan menyebutkan bahwa ubi kayu bisa menjadi pendorong perekonomian dan sumber ketahanan pangan negara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News