Mentan SYL Panen Padi dan Lele di Pemalang

Mentan SYL Panen Padi dan Lele di Pemalang
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen lele Bioflok di Desa Kaligelang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (7/12). Foto: Humas Kementan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menjelaskan Provinsi Jateng merupakan salah satu sentra produksi beras nasional, sehingga produksi dan kualitas, hingga nilai tambah untuk mendongkrak kesejahteraan petani harus terus ditingkatkan.

Data terbaru 2020 ini menyebutkan luas baku sawah Jateng mencapai 1,5 juta hektare dan luas panen padi 1,7 juta hektare dengan provitas 5,69 ton per hektare, menghasilkan padi sebesar 9,55 juta ton gabah kering giling atau setara 5,48 juta ton beras. 

“Dengan jumlah penduduk 34.718.204 jiwa dan estimasi konsumsi beras 3,87 juta ton,  maka diperoleh surplus 1,61 juta ton," ungkapnya.

Sementara, lanjut dia, untuk Kabupaten Pemalang, luas panen padinya pada 2020 ini 74.134 hektare dengan provitas 5,51 ton per hektare, dan diperoleh produksinya 408.096 gabah kering giling atau setara 234.125 ton beras.

"Dengan proyeksi jumlah penduduknya 1.302.813 jiwa dan estimasi konsumsi beras 145.368 ton beras, maka surplus 88.757 ton,” ungkap Suwandi.

Menurut Suwandi, harga beras saat ini di Kabupaten Pemalang Rp 9000 per kilogram.

Karena itu, Suwandi menekankan untuk meningkatkan produksi dan terus menggairahkan petani.

Kementan, kata Suwandi, memberikan perhatian penuh terhadap petani dan budi daya padi.

Mentan SYL terus mendorong pengembangan pertanian integrasi padi ikan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News