JPNN.com

Menteri Yasonna Boyong Maria Lumowa dari Serbia, Nih Foto-fotonya

Kamis, 09 Juli 2020 – 11:00 WIB
Menteri Yasonna Boyong Maria Lumowa dari Serbia, Nih Foto-fotonya - JPNN.com
Menkum HAM Yasonna H Laoly (pakai topi) berbicara dengan Maria Pauline Lumowa di dalam pesawat Garuda Indonesia. Maria merupakan buron kasus pemboblan dana Bank BNI sebesar Rp 1,7 triliun. Foto: Kemenkum HAM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly memboyong buronan kasus pembobolan dana Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Pembobol dana BNI sebesar Rp 1,7 triliun menggunakan letter of credit (LC) fiktif itu diekstradisi ke Indonesia setelah sebelumnya ditangkap Interpol di Nikola Tesla Airport, Belgrade, Serbia pada 16 Juli 2019.

Selanjutnya, Kemenkum HAM merilis sejumlah foto Maria mengenakan rompi tahanan Bareskrim Polri dan tangan diborgol saat proses serah terima di Belgrade ataupun ketika sudah di pesawat. Maria yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tiba di Tanah Air pada hari ini.

Menteri Yasonna Boyong Maria Lumowa dari Serbia, Nih Foto-fotonya
Maria P Lumowa (tengah) sebelum dibawa masuk ke pesawat meninggalkan Belgrade Serbia. Foto: Kemenkum HAM

Yasonna mengatakan, sebenarnya Indonesia belum memiliki perjanjian ekstradisi dengan Serbia. “Namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan,” ujarnya.

Menteri Yasonna Boyong Maria Lumowa dari Serbia, Nih Foto-fotonya
Maria P Lumowa di dalam shuttle bus yang membawanya dari terminal penumpang menuju pesawat di Nikolai Tesla Airport, Belgrade, Serbia. Foto: Kemenkum HAM


Menteri asal PDI Perjuangan itu menambahkan, Maria sempat berupaya mempersoalkan ekstradiri. Selain itu, ada negara di Eropa yang mencegah proses ekstradiri itu.

Namun, Yasonna langsung melobi Presiden Serbia Aleksandar Vucic. Duta Besar RI untuk Serbia M Chandra W Yudha juga berupaya mengatur dan memuluskan proses ekstradisi itu.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara