Menunggu Joker

Oleh: Dahlan Iskan

Menunggu Joker
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Mbah Mars
Baca RTR di artikel Abah, saya langsung ingat RTR di turunan jalan antara Kledung sampai Kretek Wonosobo yg panjangnya 9,5 km. Meskipun sudah ada RTR namun jalan maut itu masih merenggut nyawa 162 jiwa dalam 5 tahun terakhir. Saya sekarang tidak pernah lagi lewat jalur itu kalau perjalanan Jogja-Wonosobo karena lebih save lewat jalur Maron-Kretek yg tidak ekstrim. Hanya berkelok-kelok. Ingat juga belum lama ini kecelakaan bus wisata di jalur Dlingo-Imogiri Bantul yg merenggut 13 korban jiwa. Bis melaju kencang di turunan panjang dekat Bukit Bego. Diduga rem blong. Karena belum ada RTR sopir menabrakkan bus ke tebing sebelah kanan. Sementara sebelah kirinya adalah jurang dalam. Sopir mengambil keputusan terbaik meskipun dirinya juga akhirnya menjadi korban meninggal. Sekarang di tebing tersebut dipasangi bekas-bekas ban mobil sebagai peredam kontak bodi kendaraan dengan batu tebing. Semoga KNKT segera menemukan solusi terbaik untuk lokasi tersebut dan lokasi-lokasi ekstrem lainnya.

Tarjo
Kata Cak Nun....Gus Dur sampai sekarang belum ketemu malaikat Munkar dan Nakir untuk sesi wawancara di alam kubur. Karena katanya semenjak dikuburkan sampai sekarang peziarah tidak pernah putus, selalu ada. Kan malaikat baru akan nyamperin setelah pelayat terakhir pulang.

ThamrinDahlan Ibnuaffan
Sebelum Nona pergi ke Cianjur / Tangkap angsa dulu di Bekasi / Bapak Budaya Nusantara Gus Dur / Perekat bangsa anti diskriminasi / Salamsalaman

MS
Januari 2021, sajen ikannya masih berjumlah 70 persen. Februari 2021 mulai di panen menjadi 62 persen. Data terbaru pada januari 2022 tinggal 51 persen. Sementara level terendah tersentuh pada oktober 2021 lalu, 48 persen. Berapakah porsi sajen yang lain?.

Leong Putu
Laaah tenan... asli orang dalam iki.... ujag ujug , mbludas mbludus langsung muncul di bawah ku.... hedeeeeeeeh....

*) Diambil dari komentar pembaca Harian Dusway


Berita Selanjutnya:
Perang Hati-Hati

Menyaksikan konvoi itu seolah Ukraina justru mengatakan: silakan, please, masuk negara kami. Silakan menuju Kiev, ibu kota kami.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News