Meraup Untung dari Pengolahan Jagung

Meraup Untung dari Pengolahan Jagung
Martini menunjukkan eggroll hasil olahan tepung jagung. Foto: Pertamina for JPNN

jpnn.com -  "Jres", sebuah oven gas dinyalakan. Martini, menyiapkan adonan bolu gulung yang sudah dibuatnya. Setelah oven panas, warga berumur 53 tahun Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali ini, dengan cekatan menyiapkan dua loyang untuk diisi adonan bolu gulung yang sudah siap panggang.

Membuat bolu gulung dan berbagai penganan lain, seperti brownies, egg roll, dan lainnya, kini menjadi kegiatan sehari-hari Ibu dari 3 orang anak ini. Hal yang biasa tentunya bagi seorang Ibu rumah tangga membuat roti atau kue. Tapi ada yang membedakan antara bolu gulung dan brownies yang dibuat oleh Martini dengan bolu gulung dan brownies di pasaran, yakni semua berbahan dasar dari tepung jagung.

Untuk memperoleh bahan dasar tepung jagung, Martini tidak perlu bersusah-susah karena desanya, Desa Ketaon, adalah desa sentra produksi jagung di Boyolali. Martini membeli tepung  jagung kepada tetangganya Sarwiji (56) yang menggeluti usaha pengolahan tepung jagung.

Usahanya pun berkembang dengan merk dagangnya “Patra Sutera”. Spanduk yang bertuliskan "pusat oleh-oleh dari bahan baku jagung di antaranya egg roll, chees stick, brownies, nastar keju, bolu gulung, dan nugget” cukup menarik masyarakat untuk menggunakan jasa Martini di acara-acara besar sekitar Boyolali. "Minggu ini saja, sudah ada dua pesanan totalnya 200 buah bolu gulung,” kata Martini bangga.  

Sarwiji selaku petani jagung menyebutkan rata-rata dengan luas lahan 2.000 meter per segi hasil jagung tersebut dihargai Rp2,5 juta. Nilai tersebut relatif rendah karena penjualan jagung oleh petani dilakukan dengan sistem ijon. Jika petani menunggu panen hingga jagung kering dengan perkiraan produksi 1,4 ton untuk 2.000 meter per segi pendapatapan yang diterima oleh petani sekitar Rp3,5 juta. Tetapi petani harus menunggu sekitar satu bulan lagi untuk memanen jagungnya.

Petani akan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih lagi jika jagung kering tersebut diolah menjadi tepung dengan harga per kilogram tepung jagung adalah Rp10 ribu (tiga kali proses) dan harga tepung jagung untuk pakan ternak (dua kali proses penggilingan) senilai Rp4 ribu per kilogram. Ketika ini terlaksana petani bisa mendapatkan keuntungan 100%.

Dengan melatar belakangi hal tersebut, Pertamina dalam program Corporate Social Responsibility membantu warga Desa Ketaon untuk memanfaatkan jagung kering tersebut dalam mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Para warga khususnya petani jagung disana diajarkan bagaimana mengolah jagung kering tersebut menjadi tepung dan menjualnya untuk menambah pemasukan serta meningkatkan perekonomian desa.

"Jika dulu hanya ada  beberapa warga saja yang membuat kue dengan bahan baku dari terigu. Sekarang, setelah ada bantuan dari Pertamina banyak warga Ketaon yang berwirausaha membuat roti dan kue dengan bahan baku tepung jagung," kata Marno,  salah seorang warga Ketaon yang juga pensiunan BRI ini.(JPNN)

 "Jres", sebuah oven gas dinyalakan. Martini, menyiapkan adonan bolu gulung yang sudah dibuatnya. Setelah oven panas, warga berumur


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News