Merpati Tetap Terbangkan MA-60

Kecelakaan Kaimana Diduga karena Pilot Paksakan Pendaratan

Merpati Tetap Terbangkan MA-60
Merpati MA-60. Foto: Radar Sorong/JPNN
JAKARTA - Kecelakaan Merpati di Kaimana, Papua Barat, membuat banyak pihak menyoroti kelayakan pesawat MA-60 buatan Tiongkok. Namun, pihak Merpati bersikukuh tetap mengoperasikan pesawat jenis tersebut.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, sebelum terbang, baik pesawat maupun kru sudah menjalani prosedur persiapan. "Jadi, kami pastikan, saat berangkat dari Sorong, pesawat MA-60 maupun kru pesawat kami laik terbang," ujarnya di Kementerian Perhubungan kemarin (9/5).

Jhony mengakui, pesawat MA-60 memang belum mendapat sertifikat Federal Aviation Administration (FAA). Alasannya, sertifikat FAA hanya diperlukan bagi pesawat dari Amerika Serikat (AS). "Tapi, pesawat MA-60 tetap punya sertifikasi keselamatan standar Indonesia dan China," katanya.

Menurut Jhony, sistem sertifikasi di luar FAA juga diterapkan oleh negara-negara yang menggunakan pesawat buatan non-AS. "Misalnya, di Filipina, Zimbabwe, maupun China. Pesawat MA-60 juga tidak menggunakan sertifikat FAA," ucapnya.

JAKARTA - Kecelakaan Merpati di Kaimana, Papua Barat, membuat banyak pihak menyoroti kelayakan pesawat MA-60 buatan Tiongkok. Namun, pihak Merpati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News