Mesin Kertas Basuki Mangkrak

Mesin Kertas Basuki Mangkrak
Mesin Kertas Basuki Mangkrak
JAKARTA - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) tengah mencari pinjaman sebesar USD 60 juta. Dana taktis itu bakal dipakai merampungkan pembangunan paper machine (PM) dua yang masuk penyelesaian akhir. Negosiasi dengan perbankan lokal tengah dilakukan guna mendapat suntikan dana tersebut. ”Harapannya, pada semester pertama 2012 mendatang dana itu sudah kami dapatkan. Sehingga kami bisa fokus melakukan peningkatan performa perusahaan,” tutur Ito Prawira, Direktur KBRI, di Jakarta.

Ito menyebut progres pembangunan PM 2 sejatinya sudah menyentuh level sekitar 85-90 persen. Tetapi, menyusul suplai dana yang tersendat, dengan sangat berta hati manajemen terpaksa melakukan penghentian proses pembangunan tersebut. ”Kalau pinjaman kami kantongi pastinya pembangunan itu tidak akan tersendat lagi,” ucapnya.

Nah, jika skema itu menemui batu sandungan, perseroan bakal mencari alternatif lain. Opsi yang paling mungkin dilakukan dalam waktu dekat ini adalah mencari strategis partner. Dan, untuk partner strategis itu, sudah ada dua perusahaan yang menyatakan keinginannya untuk membantu pembiayaan. Kedua perusahaan itu diharap membantu perseroan menyelesaikan pembangunan PM 2.

 

Penyelesaian PM 2 diyakini akan meningkatkan kinerja perseroan pada 2012 mendatang. Pasalnya, PM 2 bisa memproduksi hingga 150 ribu ton per tahun. Padahal pada saat ini, perseroan hanya bisa memproduksi 700-800 ton per bulan. "Kami akan meremajakan mesin dengan dana senilai Rp 5-6 miliar. Diharapkan bisa meningkat hingga dua belas ribu ton per bulan," ucapnya.

JAKARTA - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) tengah mencari pinjaman sebesar USD 60 juta. Dana taktis itu bakal dipakai merampungkan pembangunan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News