Sabtu, 20 Juli 2019 – 02:20 WIB

Argentina v Brazil: 1-0

Messi Akhirnya Penuhi Ambisi

Jumat, 19 November 2010 – 20:20 WIB
Messi Akhirnya Penuhi Ambisi - JPNN.COM

DOHA - Tidak ada yang diinginkan Lionel Messi selain membawa Argentina mempecundangi Brazil. Ambisi itu tercapai kemarin (18/11), ketika Tango - sebutan Argentina - menantang sang rival di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar. Tak hanya membawa timnya menang, Messi juga yang mencetak gol semata wayang Argentina malam itu.

Gol Messi merupakan puncak dari intensitas serangan Tango yang cukup tinggi. Sejak awal, laga memang berjalan cepat dan panas. Kedua tim bergantian membuka peluang. Namun, masuk babak kedua, tekanan Brazil mulai mengendur dan tampak puas dengan hasil imbang tanpa gol.

Petaka Samba - sebutan Brazil - terjadi ada menit pertama injury time. Melalui serangan kilat yang dibangun dari tengah lapangan, Messi menggiring bola sendirian menuju kotak penalti. Direndengi empat bek Brazil, dia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, yang tak bisa dibendung kiper Brazil Victor.

"Saya sudah merencanakan semuanya. Saya belum pernah mengalahkan Brazil dengan tim senior Argentina, dan saya berniat mengalahkan mereka kali ini. Saya berhasil," jelas Messi, seperti dilansir Reuters.

"Ini adalah kemenangan yang sangat penting. Bukan saja buat saya, tapi juga buat tim. Akan lebih mudah melangkah kalau semuanya berjalan sesuai rencana," imbuh winger Barcelona itu.

Wajar kalau Messi sangat happy. Sepanjang karirnya di timnas, dia sudah tiga kali berjumpa Brazil. Namun, tak satu pun yang dimenangkan Tango. Di sisi lain, kemenangan ini juga sangat berarti bagi pelatih Sergio Batista. Ini laga perdana dia setelah resmi ditunjuk menggantikan Diego Maradona sebagai entrenador Argentina. Pelatih 47 tahun itu tak ragu menyebut Messi sebagai kunci kemenangan timnya di Qatar.

"Kami punya pemain terbaik di dunia, dan saya tinggal memaksimalkan perannya," ungkap Batista, merujuk pada Messi, seperti dilansir situs resmi FIFA. "Sejak menit pertama, dia sudah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik. Dia tidak hanya menciptakan banyak peluang, tapi juga mengangkat mental teman-temannya," lanjut dia.

Batista mengakui, ketika 90 menit berlalu dan gol belum tercipta, dia sudah siap mengakhiri laga dengan hasil imbang tanpa gol. "Tapi kami selalu bisa berharap Messi membawa hasil yang lebih buat kami. Dan dia melakukannya," imbuh mantan pelatih timnas U-21 itu.

Batista menyadari, hasil ini bukan gambaran kekuatan kedua tim sesungguhnya. Sebab, sementara Argentina full team, Brazil justru banyak menerjunkan pemain minim pengalaman. Misalnya bek David Luiz, dan duet gelandang bertahan Lucas dan Elias yang caps-nya belum mencapai 10.

Hanya saja, sektor depan Samba cukup berbahaya. Pelatih Mano Menezes menurunkan kombinasi senior junior yang tangguh. Yakni trio Ramires, Robinho, dan Ronaldinho, ditambah Neymar sebagai ujung tombak tunggal. Namun, Menezes menyesal juga.

"Brazil cukup bisa mengimbangi Argentina. Mereka (Argentina, Red) hanya mendapat dua kesempatan di 45 menit terakhir, dan kami berkali-kali hampir mencetak gol," papar Menezes kepada Goal. "Mungkin saat ini pemain saya merasakan bagaimana pengalaman minim bisa sangat berpengaruh terhadap game," lanjutnya.

"Jelas kami frustrasi. Mestinya draw adalah hasil yang lebih fair, kalau melihat apa yang dilakukan kedua tim. Kami kalah dalam perebutan bola di saat-saat terakhir, yang mengubah hasil laga," paparnya. "Tapi saya tak menyalahkan siapa pun. Semua pemain menjalankan perannya dengan baik," simpul suksesor Carlos Dunga itu. (na/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar