Milenial Lebih Tertarik jadi Guru Bahasa Inggris Ketimbang Matematika dan Sains

Milenial Lebih Tertarik jadi Guru Bahasa Inggris Ketimbang Matematika dan Sains
Andry Nur Hidayat selaku Project Manager AFT. Foto: tangkapan layar zoom/mesya

Andry Nur Hidayat selaku Project Manager AFT menambahkan, kecenderungan calon guru milenial ke Bahasa Inggris lantaran melihat lebih banyak peluang pekerjaan.

Rata-rata sekolah mitra Eduversal, lebih banyak jam mapel Bahasa Inggris, bidang sains dan matematika.

"Karena program AFT ini baru bekerja sama dengan 10 sekolah mitra Eduversal dan kebetulan sekolah-sekolah itu lebih banyak jam mapel Bahasa Inggris jadi ada kecenderungan calon guru milenial ini tertarik ke Bahasa Inggris," terangnya.

Dia menambahkan, ada banyak keuntungan yang diperoleh calon guru dari program AFT ini. Salah satunya mampu mempersiapkan murid-muridnya dengan bekal kompetensi abad-21.

Berbagai materi telah disiapkan untuk menjaring calon-calon guru masa depan ini. Seperti seminar pendidikan dengan berbagai topik, bedah kurikulum, micro-teaching, diseminasi metodologi belajar dan mengajar, dan pengembangan keterampilan mengajar untuk menguatkan kompetensi pedagogik dan disiplin ilmu yang ditekuni.

'Kami berharap para peserta yang telah menjalani program ini dapat memiliki bekal sebagai guru kelak yang berdedikasi dimanapun. Baik di sekolah negeri maupun sekolah Internasional yang memiliki kurikulum berbahasa Inggris," bebernya.

Adapun persyaratan untuk mengikuti program ini di antaranya adalah mahasiswa semester 5 atau lulus kuliah dari jurusan Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, PGSD, PGPAUD, Olahraga, Seni dan Musik.

Selain itu, suka mengajar dan berkeinginan kuat menjadi guru terbaik, serta mengikuti semua proses seleksi.

Kalangan milenial yang tertarik menjadi guru ternyata lebih suka menjadi pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News