Sabtu, 17 Agustus 2019 – 18:42 WIB

Minat Mahasiswa Berwirausaha Masih Rendah

Senin, 24 Januari 2011 – 00:44 WIB
Minat Mahasiswa Berwirausaha Masih Rendah - JPNN.COM

JOGJA -Tidak banyak mahasiswa yang berminat menjadi pengusaha atau wirausahawan. Keterbatasan tersebut dipengaruhi berbagai hal. Karenanya, mahasiswa perlu diberi bekal dan pencerahan. Sehingga saat lulus dari perguruan tinggi nanti dia berkeinginan menjadi seorang pengusaha.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Dr Sahid S Nugroho MSc mengatakan, salah satu upaya mendukung mahasiswa berminat menjadi pengusaha adalah menyediakan fasilitas bisnis start up sebagai modal awal bagi mahasiswa.  “Bentuknya bisa berupa infrastruktur seperti pembiayaan, bisnis centre, online store untuk promosi, hingga koneksi bisnis secara riil,” kata Sahid saat Workshop Metode Pembelajaran Inovatif Kewirausahaan di Jogjakarta Plaza Hotel, seperti dikutip Radar Jogja (grup JPNN), kemarin.

Sahid meneruskan, motivasi mahasiswa terhambat dengan perasaan ketidakpastian karir menjadi pengusaha. Ketidakpastian karir ini bisa disiasati dengan mengenalkan para mahasiswa secara langsung kepada pengusaha yang sukses atau pengusaha kelas UKM.

“Lewat cara tersebut, mahasiswa bisa bergaul dan belajar langsung bagaimana menjalankan sebuah bisnis kepada pelaku UKM atau pengusaha sukses. Istilahnya, mahasiswa bisa memperdalam ilmu dengan ‘nyantrik’ kepada pengusaha secara langsung,” paparnya.

Pria yang dikenal sebagai pengusul kurikulum mata kuliah kewirausahaan tersebut mengatakan, penerimaan mata kuliah kewirausahaan di berbagai perguruan tinggi semakin baik. Bahkan, FEB UGM tidak hanya menjadikan mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib jurusan saja tetapi juga mata kuliah wajib fakultas.

Diusulkan oleh Sahid, dosen yang mengampu mata kuliah kewirausahaan harus mempunyai pengalaman langsung terkait kewirausahaan. Tujuannya agar penyampaian materi kuliah kewirausahaan bisa tersampaikan dengan baik pada mahasiswa. “Namun perlu memikirkan bagaiman metode ajar mata kuliah kewirausahaan disempurnakan,” katanya.

Dosen FEB UGM lainnya, Boyke R Purnomo MSc mengatakan minat yang terbatas dari mahasiswa memang dipengaruhi banyak hal. Mulai dari kurikulum yang tidak mendukung, kesulitan mendesain rancangan perkuliahan hingga instrument pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

“Perlunya level pembelajaran kewirausahaan. Level tersebut dimulai dari menumbuhkan kewirausahaan, menenamkan nilai-nilai kewirausahaan serta mengajarkan kewirausahaan. Ini juga tidak lepas dari segitiga pembelajaran kewirausahaan yang antara lain meliputi aspek kognitif, pembelajaran inovatif, psikomotor dan afektif,” kata Boyke. (hes)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar