Minggu, 21 Juli 2019 – 11:32 WIB

Minum Air Kelapa Bisa Mengatasi Demam Berdarah?

Sabtu, 26 Januari 2019 – 04:09 WIB
Minum Air Kelapa Bisa Mengatasi Demam Berdarah? - JPNN.COM

jpnn.com - Bagi sebagian orang, minum air kelapa dianggap dapat membantu menyembuhkan demam berdarah. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut apakah air kelapa benar-benar efektif dalam memerangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Air kelapa memang bagus dikonsumsi untuk mengatasi kehilangan cairan. Itulah sebabnya para atlet yang mudah berkeringat dan cairan dalam tubuhnya berkurang, sering minum air kelapa untuk menyegarkan tubuh kembali usai berlatih. 

Sementara itu, ada yang beranggapan, dengan meminum air kelapa, cairan yang hilang karena sakit demam berdarah bisa tergantikan, hingga penderita sehat dan dapat kembali beraktivitas. Sebelum membahas perihal air kelapa lebih jauh lagi, ketahui terlebih dahulu gejala demam berdarah yang mungkin menimpa Anda.

Kenali gejala demam berdarah

Demam berdarah merebak seiring curah hujan yang tinggi belakangan ini. Nyamuk Aedes aegypti diketahui senang tinggal di genangan air yang semakin banyak di musim hujan. Di sisi lain, rumah menjadi salah satu tempat yang paling mungkin nyamuk ini berkembang biak. Pasalnya, mereka bisa bertelur di bak mandi dan ember.

Demam berdarah sebenarnya bisa diketahui dari gejalanya. Hanya saja, gejalanya yang mirip dengan penyakit lain seperti demam tifoid dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) membuat orang kadang sulit untuk membedakannya.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, gejala yang timbul apabila seseorang terkena demam berdarah biasanya diawali dengan demam yang mendadak tinggi. Jika demam tifoid biasanya demam yang muncul naik secara perlahan, demam pada penyakit ini bisa tiba-tiba tinggi.

Selain itu, pada penderita demam berdarah juga akan timbul gejala lain yang mengiringi, seperti sakit kepala, nyeri di belakang mata, badan menggigil, tubuh terasa pegal-pegal, nyeri otot dan sendi, mual, muntah dan nyeri perut.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar