Mitologi Mesir Siap Hempaskan Deadpool

Mitologi Mesir Siap Hempaskan Deadpool
Poster film Gods of Egypt

Salah satu film yang diprediksi mampu mengancam posisi Deadpool di puncak box office adalah mitologi Mesir Gods of Egypt garapan Alex Proyas. Berdurasi 127 menit. Film itu me­rupakan andalan Lionsgate setelah sukses dengan franchise Hunger Games. Jadi, bisa dibilang Lionsgate put all its heart out dalam menggarapnya. ''Ketika menghabiskan USD 140 juta untuk sebuah film, kamu tidak hanya menginginkan sebuah film, tapi juga trilogi,'' tutur Jeff Bock, senior box office analysist, pada Los Angeles Times.

Sayangnya, berdasar review pada prerelease audience surveys, film itu diprediksi hanya meraih USD 15 juta saat opening hari ini. Menyikapi hal tersebut, Lionsgate selaku distributor menyatakan telah membatasi risiko kerugian hingga kurang dari USD 10 juta dengan preselling foreign rights dan mengambil keuntungan dari keringanan pajak di Australia, tempat film tersebut dibuat.

Gods of Egypt bercerita tentang perebutan kekuasaan antara Horus (Nikolaj Waldau) dan Set (Gerald Butler), seorang dewa kegelapan. Kekalahan Horus mengakibatkan Mesir yang damai berubah kelam dengan perbudakan. Di sisi lain, seorang manusia bernama Bek (Brenton Thwaites) ingin merebut kembali takhta Horus dan menyelamatkan gadis yang dicintainya. Konflik pun memuncak saat pemberontakan dilakukan demi menggulingkan Dewa Set.

Memerankan tokoh mitologi Mesir bukanlah hal baru bagi Butler. Sebelumnya, dia berkali-kali memerankan tokoh serupa seperti dalam 300 (2007) dan 300: Rise of An Empire (2014). ''Sebenarnya aku ingin peran berbeda. Tapi, ada semacam godaan yang membuatku ingin menyelami dunia ini lagi. Sejak kecil, aku terpesona dengan cerita mitologi,'' kata Butler dikutip dariThe Straits Times.

Dianggap memiliki cerita mirip Exodus: Gods and Kings (2014), visual effect film itu jauh lebih heboh, khususnya untuk adegan pertempuran dan penyempurnaan sosok para dewa. Meski begitu, pertempuran yang dilakukan tetaplah nyata. Kepala Butler bahkan sempat berdarah saat syuting. ''Karena kamu tahu kamu sedang membuat sesuatu yang akan dikenang,'' jelasnya kepada The Straits Times tentang keseriusannya melakoni koreografi pertempuran.

Sementara itu, kritik mengenai isu whitewashing tetap berlajut di antara para kritikus film. Dengansetting ala Mesir, Lionsgate dinilai gagal memilih aktor yang didominasi para kulit putih. Pada November tahun lalu, Lionsgate dan Proyas meminta maaf atas isu yang dinilai rasial tersebut. ''Proses casting memiliki banyak penilaian yang kompleks. Saya minta maaf kepada siapa pun yang merasa keberatan,'' ujar Proyas sebagaimana dikutip dari The Wrap. (bs/als/c14/rat/pda) 

 


Salah satu film yang diprediksi mampu mengancam posisi Deadpool di puncak box office adalah mitologi Mesir Gods of Egypt garapan Alex Proyas.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News